Bittersweet (Part 10)

BitterSweet6

Previous Part: Part 9

*Part 10*

Sepasang murid SMA yang masih mengenakan seragam mereka melangkah memasuki sebuah gedung apartemen besar dan berhenti di depan pintu bertuliskan angka 238. Sang murid laki-laki membunyikan bel apartemen itu dan segera mendapat balasan dari dalam memintanya menunggu sebentar. 

“Nuguseyo?”  Teriak sang pemilik apartemen dari dalam.

“Na-ya.” Ucap sang murid laki-laki.

“SungMin oppa?” Seru pemilik apartemen itu terkejut setelah membuka pintu, “Apa yang kau lakukan di sini? Ini sudah cukup larut.” Continue reading

Advertisements

Bittersweet (Part 9)

BitterSweet6

*Part 9*

Suara tembakan memenuhi ruangan di mana terdapat dua murid SMA yang masih mengenakan seragam mereka.

“Mwoya?!” Seru murid laki-laki yang telah melepas almamater sekolahnya.

“Assa!” Gadis yang masih mengenakan seragamnya dengan lengkap dan rapih itu tersenyum puas setelah berhasil mengalahkan murid laki-laki di sebelahnya itu.

“Lee JungAh, kau bilang kau tidak pernah memainkan game ini satu kalipun. Bagaimana bisa kau mengalahkanku yang memainkan ini setiap harinya?!” Kesal sang murid laki-laki.

“Tidak pernah memainkan bukan berarti aku tidak bisa bermain SungJin-ah.” Sahut gadis itu seraya melepaskan pistol berwarna pink itu dari genggaman tangannya.

“Baiklah, kau mau coba racing carku?” Tanya SungJin.

“Sejujurnya aku lebih tertarik pada racing bikemu.” Aku JungAh.

“Joha!” Sahut SungJin singkat dan melangkahkan kakinya menuju racing bikenya.

“Bagaimana kau bisa bertemu dengan SungMin hyung? Sejak kapan kau kenal dengannya?” Tanya SungJin seraya memilih track balapan untuk mereka. Continue reading

Bittersweet (Part 8)

BitterSweet6

Part 8

“Apa kau menyukai pasta tadi?” Tanya seorang laki-laki yang mengenakan seragam berwarna biru gelap kepada gadis yang mengenakan seragam dengan warna sama yang berada dirangkulannya.

“Eung.” Gadis itu mengangguk singkat.

“Eum… lalu apa yang sebaiknya kita lakukan sekarang?” Tanya pria itu sekali lagi.

“Entahlah, aku juga tidak memiliki ide apapun.” Gadis itu menggeleng pelan.
Continue reading

Bittersweet Part 6

BitterSweet6

WARNING: Ini mungkin masuk kategori long shot

Part 6

 

“Lee JungAh!”  teriak murid laki-laki yang tengah berlari mengejar seorang murid perempuan, “Lee JungAh berhenti di sana!” ia terus meneriaki murid perempuan itu untuk berhenti, namun tidak dihiraukan sama sekali.

“Lee JungAh!” akhirnya anak laki-laki itu bisa menggapai tangan gadis itu dan menariknya berhenti.

Gadis itu tetap berontak, ingin melepaskan dirinya, namun murid laki-laki itu tidak membiarkannya.

“Dengarkan aku Lee JungAh!”

“Apa yang harus aku dengar?” Jerit gadis itu menjadi, “Apa lagi yang harus aku dengar? Bahwa aku membunuh orang tuaku sendiri?!”

Murid lelaki itu tersentak, tidak memercayai apa yang gadis itu katakan. Namun ia tetap tidak bisa menahan dirinya untuk terkejut. Continue reading

Bittersweet Part 5 (Love Dust Sequel)

“Kau tahu Lee JungAh kan?” Tanya seorang murid pada temannya.

“Eoh, ia adalah gadis yang duduk di sana bukan?” Temannya itu menunjuk seorang gadis yang duduk dengan posisi tertunduk.

“Eung. Kau tahu? Ia menjual dirinya sendiri untuk mendapatkan uang. Bahkan ia pernah melakukannya dengan pamannya sendiri. Ah, jangan lupakan bahwa ia juga memberikan sejumlah uang agar para guru menaikkan nilainya.”

“Mwoya? Jinjja?!” Seru seorang murid laki-laki yang sedang berlalu.

Continue reading

Meeting

Meeting

Akhirnya! Yes! Yes! Yes! Akhirnya, aku bisa bertemu KyuHyun lagi! Akh!!! Sudah berapa tahun ini? Ah ya, 2 tahun, atau bahkan lebih… Aku tidak sabar. Lebih baik kupastikan dulu..

Group chat:

Lee JungAh: Jadi, besok kalian pergi kan?

Cho KyuHyun:Tergantung.

Lee JungAh: Tergantung apa lagi?

Cho KyuHyun: Apa aku satu satunya namja disana? Kalau iya, aku tidak mau!

Lee JungAh: Ayolah Kyu… Kapan lagi akan ada kesempatan seperti ini?

Kim MiYeon: Iya, apa yang dikatakan JungAh benar…

Lee SungMin: Aku tidak bisa pergi, aku ada urusan di rumah.

Cho KyuHyun: Lihat? SungMin tidak mau pergi, maka aku tidak akan pergi.

Lee JungAh: Tapikan masih ada Henry. Henry, kau ikut tidak? Continue reading