Mr. Wind

Mr. Wind

Kim RyeoWook, namja itu tengah berlari mengelilingi kampusnya.

FLASHBACK

RyeoWook sedang duduk di taman menikmati angin kecil yang menerpa wajahnya. Ia menggumamkan lagu yang terlintas di kepalanya sambil membaca buku.

“Kau tahu, Ahn JiMin baru saja putus dengan Cho KyuHyun.” Ucap seorang yeoja yang duduk di sebelah kursi RyeoWook.

“Geurae? Akhirnya Kyuppa sadar juga bahwa Ahn JiMin itu…” sahut temannya.

“Mwo?! Ahn JiMin kenapa?” Tiba-tiba saja RyeoWook sudah berdiri di depan yeoja itu dan memotongnya. Continue reading

Advertisements

At Pain (Special Epilogue by Hyukjae)

At Pain
Lee Hyukjae

Aku menaruh pulpen di tanganku dengan kasar. Menatap kosong tembok di depanku, dan menghela nafas berat untuk kesekian kalinya. Perasaanku tidak enak. Aku terus merasa khawatir entah untuk apa. Aku kembali mengusahakan diriku untuk fokus pada pekerjaan yang menumpuk di mejaku. Namun aku mengulanginya lagi. Aku kembali menaruh pulpenku dengan kasar, kemudian menatap tembok dihadapanku, dan menghela nafas berat. Han Sonhye. Gadis itu tiba-tiba saja masuk ke otakku. Continue reading

At Pain (Future)

At Pain
Cho KyuHyun

 

Aku menikmati kopi pagiku seraya berjalan masuk ke ruanganku. Ah, kopi dan ruangan ini merupakan ingatan buruk bagiku yang baru saja terjadi hari kemarin.

“Selamat pagi.” Sapaku dan duduk di kursiku. Namun ada sesuatu yang ganjil, hanya sebuah gumaman berat yang menyapa indra pendengaranku, tidak ada suara bernada tinggi itu. Refleks aku melirik meja di seberang mejaku. Kosong, itu yang kutemukan. Aku kembali melirik jam yang melingkari lengan kiriku, sudah pukul 8, tidak biasanya gadis itu tidak datang. Continue reading

At Pain (Past)

At Pain
Lee DongHae

“Lee Donghae!” aku menoleh tanpa mengalihkan pandanganku dari pohon maple di depanku ini, “Neo! Berapa kali harus ku bilang? Hah? Bila ada yang memanggilmu jangan hanya kepalamu saja yang menoleh, tetapi bersama matamu” omel yeoja itu. Dia, sama cerewetnya dengan eomma.

“Arraseo. Wae?” kali ini aku menatapnya.

“Ini!” ia menjatuhkan buku matematikaku ke pangkuanku, “Bagaimana bisa kau hanya benar 3 dari 10 nomor?!” ocehnya lagi yang kubalas dengan cengiran. “Utjima!” ia memukul bahuku. Continue reading

At Pain

At Pain
Han Sonhye

Author POV

“Kyuhyun-ah” panggil yeoja dengan blus putih dan rok hitam selutut serta fantopel berwarna senada “apa kau melihat berkas pemesanan barang dari Jeju?” yeoja itu membongkar laci mejanya, sedang yang ditanya hanya menggumam tidak jelas tanpa memalingkan pandangannya dari layar komputer miliknya. “Hya! Cho Kyuhyun aku serius! Ini menyangkut hidup dan matiku!” Kyuhyun membanting mousenya kasar ke meja.

“Bisa tidak kau hentikan semua hiperbolamu itu? Itu hanya sebuah berkas, kau tidak akan ma…”

“Okay, arraseo. Aku tidak akan mati karena berkas itu, melainkan karena aku kemungkinan besar dipecat oleh Lee sajangnim bila aku tidak menemukannya. Dan apa yang terjadi selanjutnya? Bang! Aku pengangguran dan tidak jelas harus kemana. Sekarang lebih baik kau membantuku mencarinya bila masih ingin aku hidup!” omel yeoja itu panjang lebar, sedang yang diomeli hanya menghela nafas panjang seraya menggerutu tidak jelas dan kembali fokus pada komputernya sendiri. Continue reading

Kim Chef

Kim Chef

“Satu porsi Blueberry Pancakes, tiga Pandan Waffle, dua Danish Bread with egg&cheese, serta empat Soft Boiled Egg with Toast Fingers!” Begitulah kesibukan WiHae, restoran milik Choi SiWon, bahkan dipukul 6 pagi. Tidak seperti kebanyakan restoran, WiHae memilih untuk menyiapkan makanan kapanpun pelanggan menginginkannya.

“Untuk minuman, enam black coffee, dan empat fresh milk. Segera siapkan dimeja!” Continue reading

Bittersweet Part 3 (Love Dust Sequel)

*Bittersweet*

Author POV

AhRa melangkah masuk ke apartemen adiknya dengan kepala tertunduk.

“KyuHyun-ah, na wasseo.” AhRa mengetuk kamar KyuHyun namun tidak ada sahutan.
“KyuHyun-ah,” AhRa memasukan kepalanya ke kamar KyuHyun, “Kau sudah tidur ternyata.” Ucap AhRa pada dirinya sendiri.

AhRa melangkahkan kakinya masuk ke kamar KyuHyun dan duduk di sisi tempat tidurnya.

“Apa yang telah kau perbuat KyuHyun-ah? Hingga kau harus mengalami semua ini?” Tangan AhRa terulur merapihkan poni KyuHyun yang menutupi wajahnya, “Mianhae KyuHyun-ah, karena noona tidak bisa membantumu di saat sulit seperti ini.” AhRa mengecup kening adik kesayangannya itu kemudian tertidur di sisinya.
Continue reading