Poster (Yoo InAh the Series)

*Poster*

“I’m home!” Seruku seraya melepaskan sepatu sekolahku dan mulai melangkah masuk ke dalam.

“Claire!!” Seru Vania, adikku, berlari ke arahku dengan kecepatan penuh dan wajah penuh antusiasme.

“Apa?” Aku menuangkan segelas air dan meneguknya.

“Di mana kau menaruh semua majalahmu?” Matanya berbinar saat menanyakan hal itu.

Continue reading

Runaway Love

image

~Runaway Love~

Seorang gadis berumur 26 tahun itu tengah sibuk merapihkan pakaiannya dan menjejalkannya ke dalam sebuah koper besar yang ditaruhnya diatas tempat tidurnya seraya terus mengingat apa-apa saja yang ia lupakan. Kamar yang didominasi dengan warna biru itu sudah hampir kosong, hanya dipenuhi oleh furniture-furniture ruangan itu, lemari baju yang telah kosong, meja rias yang kosong pula. Memang gadis itu merencanakan untuk pergi jauh selama 5 bulan maka dari itu, ia membawa isi kamarnya sebanyak yang ia bisa, memastikan ia akan merasa nyaman selama perjalanan itu. Continue reading

Mr. Wind

Mr. Wind

Kim RyeoWook, namja itu tengah berlari mengelilingi kampusnya.

FLASHBACK

RyeoWook sedang duduk di taman menikmati angin kecil yang menerpa wajahnya. Ia menggumamkan lagu yang terlintas di kepalanya sambil membaca buku.

“Kau tahu, Ahn JiMin baru saja putus dengan Cho KyuHyun.” Ucap seorang yeoja yang duduk di sebelah kursi RyeoWook.

“Geurae? Akhirnya Kyuppa sadar juga bahwa Ahn JiMin itu…” sahut temannya.

“Mwo?! Ahn JiMin kenapa?” Tiba-tiba saja RyeoWook sudah berdiri di depan yeoja itu dan memotongnya. Continue reading

At Pain (Special Epilogue by Hyukjae)

At Pain
Lee Hyukjae

Aku menaruh pulpen di tanganku dengan kasar. Menatap kosong tembok di depanku, dan menghela nafas berat untuk kesekian kalinya. Perasaanku tidak enak. Aku terus merasa khawatir entah untuk apa. Aku kembali mengusahakan diriku untuk fokus pada pekerjaan yang menumpuk di mejaku. Namun aku mengulanginya lagi. Aku kembali menaruh pulpenku dengan kasar, kemudian menatap tembok dihadapanku, dan menghela nafas berat. Han Sonhye. Gadis itu tiba-tiba saja masuk ke otakku. Continue reading

At Pain (Future)

At Pain
Cho KyuHyun

 

Aku menikmati kopi pagiku seraya berjalan masuk ke ruanganku. Ah, kopi dan ruangan ini merupakan ingatan buruk bagiku yang baru saja terjadi hari kemarin.

“Selamat pagi.” Sapaku dan duduk di kursiku. Namun ada sesuatu yang ganjil, hanya sebuah gumaman berat yang menyapa indra pendengaranku, tidak ada suara bernada tinggi itu. Refleks aku melirik meja di seberang mejaku. Kosong, itu yang kutemukan. Aku kembali melirik jam yang melingkari lengan kiriku, sudah pukul 8, tidak biasanya gadis itu tidak datang. Continue reading

At Pain (Past)

At Pain
Lee DongHae

“Lee Donghae!” aku menoleh tanpa mengalihkan pandanganku dari pohon maple di depanku ini, “Neo! Berapa kali harus ku bilang? Hah? Bila ada yang memanggilmu jangan hanya kepalamu saja yang menoleh, tetapi bersama matamu” omel yeoja itu. Dia, sama cerewetnya dengan eomma.

“Arraseo. Wae?” kali ini aku menatapnya.

“Ini!” ia menjatuhkan buku matematikaku ke pangkuanku, “Bagaimana bisa kau hanya benar 3 dari 10 nomor?!” ocehnya lagi yang kubalas dengan cengiran. “Utjima!” ia memukul bahuku. Continue reading

At Pain

At Pain
Han Sonhye

Author POV

“Kyuhyun-ah” panggil yeoja dengan blus putih dan rok hitam selutut serta fantopel berwarna senada “apa kau melihat berkas pemesanan barang dari Jeju?” yeoja itu membongkar laci mejanya, sedang yang ditanya hanya menggumam tidak jelas tanpa memalingkan pandangannya dari layar komputer miliknya. “Hya! Cho Kyuhyun aku serius! Ini menyangkut hidup dan matiku!” Kyuhyun membanting mousenya kasar ke meja.

“Bisa tidak kau hentikan semua hiperbolamu itu? Itu hanya sebuah berkas, kau tidak akan ma…”

“Okay, arraseo. Aku tidak akan mati karena berkas itu, melainkan karena aku kemungkinan besar dipecat oleh Lee sajangnim bila aku tidak menemukannya. Dan apa yang terjadi selanjutnya? Bang! Aku pengangguran dan tidak jelas harus kemana. Sekarang lebih baik kau membantuku mencarinya bila masih ingin aku hidup!” omel yeoja itu panjang lebar, sedang yang diomeli hanya menghela nafas panjang seraya menggerutu tidak jelas dan kembali fokus pada komputernya sendiri. Continue reading