New Clothes (Yoo InAh the Series)

*New clothes*
Aku menggerakan tubuhku seiring dengan alunan musik. One,two,three, four, five,six,seven,and eight. Hitungku pada tiap-tiap tahap gerakannya.

“Yoo InAh!” Aku tersentak saat seseorang memanggilku keras.

“Wae?” Tanyaku dengan ekspresi polosku setelah melepas headphone yang sudah bertengger di telingaku sejak 2 jam lalu.
Continue reading

Advertisements

Cap

changwook

*Cap*

This Story is dedicated to my bestfriend, Melda, who is recently falling in love with Ji ChangWook

Matahari telah pergi meninggalkan bumi melalui ufuk barat. Sesungguhnya bola panas raksasa itu telah meinggalkan bumi sejak 4 jam lalu, namun aku sudah amat merindukan bintang raksasa itu. Aku amat menyukai matahari, benda itu memberikan kehangatan kepada siapapun tanpa pamrih, juga memberikan keindahan tiada tara baik saat terbit maupun terbenam. Sayangnya, pekerjaan yang menumpuk serta deadline yang amat pendek memaksaku berkutat di dalam bilik kantorku hingga pukul 10 malam. Aku merenggangkan leherku yang kaku akibat duduk di depan komputer terlalu lama.

Perlahan bus yang kutumpangi mulai memasuki halte tempat aku turun. Aku segera bangkit dan berdiri di depan pintu keluar bus yang hanya mana akulah satu-satunya penumpang bus terakhir ini. Aku langsung melompat turun dari bus itu begitu pintunya terbuka. Tak butuh waktu lama bagiku untuk menyadari betapa dinginnya malam ini. Aku merapatkan cap hitam dengan bordir initial namaku demi menjaga kehangatan kepalaku. Aku benci udara dingin, itu hanya akan membuatmu sakit dan berkahir pada jadwalmu yang berantakan. Continue reading

Bittersweet (Part 10)

BitterSweet6

Previous Part: Part 9

*Part 10*

Sepasang murid SMA yang masih mengenakan seragam mereka melangkah memasuki sebuah gedung apartemen besar dan berhenti di depan pintu bertuliskan angka 238. Sang murid laki-laki membunyikan bel apartemen itu dan segera mendapat balasan dari dalam memintanya menunggu sebentar. 

“Nuguseyo?”  Teriak sang pemilik apartemen dari dalam.

“Na-ya.” Ucap sang murid laki-laki.

“SungMin oppa?” Seru pemilik apartemen itu terkejut setelah membuka pintu, “Apa yang kau lakukan di sini? Ini sudah cukup larut.” Continue reading

Jumper (Yoo InAh the Series)

*Jumper*

“Aish jinjja!” Dumal MinAh seraya mendudukan dirinya ke sofa di ujung ruangan dengan kasar, “Ke mana semua orang saat kita seharusnya sudah mulai latihan sejak 30 menit lalu?”

“Bersabarlah sedikit MinAh-ah, aku yakin mereka akan sampai tidak lama lagi.” Sahutku seraya terus mematut diriku di depan kaca ruang latihan.

“Eonnie sudah mengatakan itu sejak kita datang ke sini 45 menit lalu.” MinAh melipat tangannya kesal, “Tahu begini aku bisa sedikit lebih berlama-lama bersama mom juga dad.”
Continue reading

Christmas Party (Yoo InAh the Series)

*Christmas Party*

Berbagai pernak-pernik berwarna hijau dan merah, tamu-tamu yang mengenakan warna senada, serta pohon pinus dengan bintang di atasnya menunjukan bahwa Natal telah dekat. Pesta Natal yang diadakan di sebuah aula hotel ternama di Gangnam ini diadakan oleh salah satu  agency Korea ternama, SM Entertainment. Agency tersebut mengundang para artis hingga staff untuk merayakan Natal bersama. Ah, bukan merayakan, namun menyambut Natal karena tentu baik para artis dan staff akan berkumpul dengan keluarga serta sanak saudara mereka saat hari Natal datang.
Continue reading

Bittersweet (Part 9)

BitterSweet6

*Part 9*

Suara tembakan memenuhi ruangan di mana terdapat dua murid SMA yang masih mengenakan seragam mereka.

“Mwoya?!” Seru murid laki-laki yang telah melepas almamater sekolahnya.

“Assa!” Gadis yang masih mengenakan seragamnya dengan lengkap dan rapih itu tersenyum puas setelah berhasil mengalahkan murid laki-laki di sebelahnya itu.

“Lee JungAh, kau bilang kau tidak pernah memainkan game ini satu kalipun. Bagaimana bisa kau mengalahkanku yang memainkan ini setiap harinya?!” Kesal sang murid laki-laki.

“Tidak pernah memainkan bukan berarti aku tidak bisa bermain SungJin-ah.” Sahut gadis itu seraya melepaskan pistol berwarna pink itu dari genggaman tangannya.

“Baiklah, kau mau coba racing carku?” Tanya SungJin.

“Sejujurnya aku lebih tertarik pada racing bikemu.” Aku JungAh.

“Joha!” Sahut SungJin singkat dan melangkahkan kakinya menuju racing bikenya.

“Bagaimana kau bisa bertemu dengan SungMin hyung? Sejak kapan kau kenal dengannya?” Tanya SungJin seraya memilih track balapan untuk mereka. Continue reading

Chatting (Yoo InAh the Series)

*Chatting*

“Kau telah bekerja keras InAh-ssi,” puji photographer bermarga Lim itu.

“Ne, kau juga telah bekerja keras Dennis-ssi.” Sahutku seraya menjabat tangannya.

Dennis Lim, seorang photographer handal yang dikenal dunia. Harga 1 photo hasil jepretannya bisa menginjak angka ratusan Won, banyak juga artis-artis yang ingin menjadi modelnya. Dan akupun tidak tahu mengapa bisa aku yang mendapatkan kehormatan itu dan bukan MinAh. Sekedar info, MinAh sangat menyukai Dennis Lim, menurutnya Dennis memiliki senyum yang manis, gaya bicara yang unik, serta selera humor yang tinggi. Namun secara pribadi, menurutku Dennis merupakan orang yang biasa-biasa saja, bahkan bisa dikatakan ia memiliki mulut yang tajam. Continue reading