Error

*Error*

Ji ChangWook’s POV

Aku berjalan lurus ke depan tanpa memfokuskan mataku yang membuatku menabrak orang yang berlalu lalang beberapa kali. Akhirnya aku dapat meninggalkan café yang merupakan saksi bisu kandasnya hubunganku dengan wanita yang bahkan masih kucintai setelah 1 jam berlalu.

FLASHBACK

“Uri heojija.” Ucap wanita dihadapanku ini dengan wajah datar nan dinginnya.

“Wae?” tanyaku dengan suara agak bergetar, menahan semua hal yang ingin ku teriakan ke hadapan wajahnya. Air mata mulai berkumpul dan mengaburkan pandanganku, siap untuk terjun bebas kapan saja Continue reading

Advertisements

Bittersweet (Part 10)

BitterSweet6

Previous Part: Part 9

*Part 10*

Sepasang murid SMA yang masih mengenakan seragam mereka melangkah memasuki sebuah gedung apartemen besar dan berhenti di depan pintu bertuliskan angka 238. Sang murid laki-laki membunyikan bel apartemen itu dan segera mendapat balasan dari dalam memintanya menunggu sebentar. 

“Nuguseyo?”  Teriak sang pemilik apartemen dari dalam.

“Na-ya.” Ucap sang murid laki-laki.

“SungMin oppa?” Seru pemilik apartemen itu terkejut setelah membuka pintu, “Apa yang kau lakukan di sini? Ini sudah cukup larut.” Continue reading

Bittersweet (Part 9)

BitterSweet6

*Part 9*

Suara tembakan memenuhi ruangan di mana terdapat dua murid SMA yang masih mengenakan seragam mereka.

“Mwoya?!” Seru murid laki-laki yang telah melepas almamater sekolahnya.

“Assa!” Gadis yang masih mengenakan seragamnya dengan lengkap dan rapih itu tersenyum puas setelah berhasil mengalahkan murid laki-laki di sebelahnya itu.

“Lee JungAh, kau bilang kau tidak pernah memainkan game ini satu kalipun. Bagaimana bisa kau mengalahkanku yang memainkan ini setiap harinya?!” Kesal sang murid laki-laki.

“Tidak pernah memainkan bukan berarti aku tidak bisa bermain SungJin-ah.” Sahut gadis itu seraya melepaskan pistol berwarna pink itu dari genggaman tangannya.

“Baiklah, kau mau coba racing carku?” Tanya SungJin.

“Sejujurnya aku lebih tertarik pada racing bikemu.” Aku JungAh.

“Joha!” Sahut SungJin singkat dan melangkahkan kakinya menuju racing bikenya.

“Bagaimana kau bisa bertemu dengan SungMin hyung? Sejak kapan kau kenal dengannya?” Tanya SungJin seraya memilih track balapan untuk mereka. Continue reading

Runaway Love

image

~Runaway Love~

Seorang gadis berumur 26 tahun itu tengah sibuk merapihkan pakaiannya dan menjejalkannya ke dalam sebuah koper besar yang ditaruhnya diatas tempat tidurnya seraya terus mengingat apa-apa saja yang ia lupakan. Kamar yang didominasi dengan warna biru itu sudah hampir kosong, hanya dipenuhi oleh furniture-furniture ruangan itu, lemari baju yang telah kosong, meja rias yang kosong pula. Memang gadis itu merencanakan untuk pergi jauh selama 5 bulan maka dari itu, ia membawa isi kamarnya sebanyak yang ia bisa, memastikan ia akan merasa nyaman selama perjalanan itu. Continue reading

Lucky

Lucky1

This is a story about a girl named Lucky…

Gadis itu membuka matanya perlahan. Ketukan keras di pintunya mengganggu tidur nyenyaknya.

“Woon-ah! Ppali ireona! Kau ada pemotretan pagi ini!” teriak seseorang dari luar.

Woon, dalam bahasa Inggris Lucky, seorang gadis belia yang sedang dalam masa puncak kepopulerannya. Semua orang menyukainya, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Ia sangat cantik.

Ia benar-benar luar biasa.

Ia multitalented!

Pujian demi pujian itu bagai sapaan angin yang selalu ada dan tak pernah berhenti. Continue reading

Bittersweet (Part 7)

BitterSweet6

HAPPY READING!

Part 7

“Apa kau sudah puas menangis?” Tanya murid laki-laki pada murid perempuan yang ada di pelukannya.

“Eung.” Balas gadis itu seraya menghapus jejak air mata di pipinya menggunakan punggung tangannya.

“Kau mau makan?”

“Makan? Kita masih ada 3 jam pelajaran lagi oppa. Terlebih kau sudah kelas 3 sekarang, kau harus banyak belajar untuk ujian nasionalmu nanti.” Omel gadis itu.

“Lee JungAh! Kau lebih muda 2 tahun dariku, tapi kenapa kau jauh lebih cerewet dibanding eomma hah?” SungMin mengacak pelan rambut JungAh.

“Geunyang.” Gadis itu kembali tersenyum, membuat namja di depannya tersenyum lega.

“Ayo kita bolos saja, hanya 3 jam pelajaran matematika, aku tidak akan mati.” SungMin merangkul JungAh dan menggiringnya berjalan keluar gedung sekolah. Continue reading

Bittersweet Part 6

BitterSweet6

WARNING: Ini mungkin masuk kategori long shot

Part 6

 

“Lee JungAh!”  teriak murid laki-laki yang tengah berlari mengejar seorang murid perempuan, “Lee JungAh berhenti di sana!” ia terus meneriaki murid perempuan itu untuk berhenti, namun tidak dihiraukan sama sekali.

“Lee JungAh!” akhirnya anak laki-laki itu bisa menggapai tangan gadis itu dan menariknya berhenti.

Gadis itu tetap berontak, ingin melepaskan dirinya, namun murid laki-laki itu tidak membiarkannya.

“Dengarkan aku Lee JungAh!”

“Apa yang harus aku dengar?” Jerit gadis itu menjadi, “Apa lagi yang harus aku dengar? Bahwa aku membunuh orang tuaku sendiri?!”

Murid lelaki itu tersentak, tidak memercayai apa yang gadis itu katakan. Namun ia tetap tidak bisa menahan dirinya untuk terkejut. Continue reading