Scandal (Yoo InAh The Series)

Breaking News.jpg

*Scandal*

Leader YH Girls, Yoo InAh, berkencan dengan maknae Super Junior?

Aku berlari sekuat tenagaku tanpa memperdulikan nafasku yang sudah terengah. Aku sedang berada di ruang latihan saat tiba-tiba saja manajer-ku mengatakan bahwa sajang-nim memanggilku ke ruangannya. Aku menghentikan langkahku di depan ruangan sajangnim dan mengatur nafasku sebentar kemudian mengetuk pintu kayu itu. Aku menemukan KyuHyun oppa sudah duduk dengan kepala tertunduk dalam di ruangan sajangnim yang membuatku semakin menerka apa yang sebenarnya sedang terjadi.

“Akhirnya kau datang!” seru sajangnim dengan nada yang tidak bersahabat.

“Ada masa…”
“Apa kalian berdua sudah gila?!” sajangnim memotong kalimatku, “Apa bahkan kau tidak memiliki waktu untuk memeriksa berita terbaru?!” ia melemparkan sebuah Koran ke wajahku.

Aku mengedipkan mataku beberapa kali karena terkejut, setelah beberapa saat aku baru dapat kembali sadar dan membaca headline yang ada di koran itu.

Leader YH Girls Yoo InAh berkencan dengan maknae Super Junior?

Mataku melebar membaca headline itu dan segera mengambil Koran itu dan membacanya dengan cepat.

“Geundae sajangnim ini..”
“Apa perintahku kurang jelas?!” Bentak sajangnim, “APA PERINGATANKU KURANG JELAS?!”

“Jweisonghamnida.” Sahut KyuHyun oppa pelan.

“Sekarang apa yang akan kalian lakukan?” sajangnim mengusap wajahnya kasar, “Ini bahkan bukan kali pertama, sampai kapan kalian akan terus mengatakan itu tidak benar?”

“Aku akan mengurus itu sajangnim.” Sahut KyuHyun oppa sekali lagi.

“Memang seharusnya begitu. Tapi bukan itu pertanyaanku!” bentak sajangnim.

“Jogi, sajangnim…”
“Apa kau tidak ada jadwal?” ucap KyuHyun oppa dingin padaku.

“Sejujurnya ada, tapi..”
“Pergilah dan jangan buat masalah. Aku akan mengurus ini dengan sajangnim.” Potongnya sekali lagi.

“Tapi oppa..”
“Kubilang keluar!” bentaknya seraya bangkit berdiri. Aku hanya menundukan kepalaku dalam, merasa terintimidasi.

“Jweisonghamnida sajangnim.” Aku membungkuk dalam, menaruh Koran tadi di nakas terdekat dan pergi meninggalkan ruangan itu.

“Kau pikir kau siapa?!” bentak sajangnim pada KyuHyun oppa.

“Gadis itu,” ucap KyuHyun oppa yang membuatku menahan pergerakanku, “ia baru berumur 22 tahun, ia bahkan baru merasakan awal karirnya. Ia bahkan belum tahu banyak tentang bidang ini, apa harus Anda membebaninya dengan masalah kecil seperti ini?”

“CHO KYUHYUN!” bentak sajangnim.

“Aku akan melakukan apapun untuk menghentikan rumor picisan ini, untuk melindungi gadis itu.” Sahut KyuHyun oppa dengan nada tenang, “Jika bahkan aku harus mengakhiri karirku sebagai idol.”

Aku merasa waktu terhenti dan nafasku direnggut oleh sesuatu. Aku bahkan tidak dapat berpikir dengan baik, aku segera menutup rapat pintu ruangan itu dan berlari kencang menjauh dari ruangan itu.

***

“InAh-ya.” Sebuah tangan melambai di depan wajahku, membuyarkan pikiranku.

“Eung?” sahutku dengan nyawa separuh.

“Apa kau berniat latihan atau tidak?” gertak pemilik tangan itu.

“Jweisonghamnida sunbaenim.” Aku menundukan kepalaku dalam.

“Bicaralah.” Chanyeol oppa menaruh gitarnya dan menarik kursiku menghadapnya, “Ada masalah apa?”

“Anieyo.” Sahutku ringan.

“Jangan berbohong dan ucapkan saja apa yang terjadi.” Ia merapihkan rambutku yang mungkin agak berantakan, “Apa karena skandal itu?”

“Ne.” aku mengangguk kecil akhirnya ingin membuka hati untuk bercerita. Bagaimanapun aku rasa aku membutuhkan seseorang untuk menjadi teman berceritaku, kukira dengan begitu aku dapat meringankan beban di hatiku.

“Aigoo.” Desah Chanyeol oppa kecil, “Bahkan kau baru satu tahun debut. Ada yang ingin kau bicarakan?” Aku menghela nafas kasar setelah mendengar tawaran itu.

“Oppa,” panggilku pelan, “apa aku sebaiknya membatalkan kontrakku dan mengakhiri karirku sebagai idol?”

“Apa maksudmu?” tanyanya panik. Aku cukup dekat dengan Chanyeol oppa, ia sering melatih kemampuan rap-ku dan mengajariku cara memainkan gitar, membuat lagu dan masih banyak lagi. Chanyeol oppa adalah orang yang amat baik, bahkan disaat-saat seperti ini ia bersedia menjadi pendengar yang baik dan penasehat yang bijaksana bagiku.

“KyuHyun oppa,” lanjutku, “ia akan mengakhiri karirnya karena skandal itu, karena ku. Maka tidakkah akan lebih baik jika aku saja yang keluar. KyuHyun oppa telah bekerja keras untuk mencapai dirinya yang sekarang ini. Jika ia keluar, maka itu sama saja seperti ia menghancurkan dirinya sendiri.”

“Siapa yang akan keluar?” aku reflex mengalihkan tatapanku ke pintu masuk ruang latihan ini.

“JunMyeon oppa!” seruku terkejut.

“Mengapa KyuHyun hyung harus keluar?” tanyanya sekali lagi.

“JunMyeon oppa.” Air mata mulai menggenang, mengaburkan pandanganku.

“Ada apa sebenarnya?” tanyanya bingung.

“Oppa.” Tangisku mulai pecah.

“Hya!” ia berjalan setengah berlari ke tempatku duduk, “Kau sudah bukan bayi lagi yang dapat terus menangis dengan mudahnya.” Omelnya pelan seraya menarikku kedalam dekapannya, meredam tangisanku dengan dada bidangnya yang hangat.

“Hya Park Chanyeol! Apa yang kau lakukan padanya?!” omelnya pada Chanyeol oppa.

“Apa yang aku lakukan?” balas Chanyeol oppa kesal.

“Ini bukan karena Chanyeol oppa.” Balasku ditengah isak-tangisku.

“Lalu apa? Karena skandal itu?” JunMyeon oppa menarik wajahku untuk menatapnya, “Jawablah.”

“Oppa,” aku menatapnya tepat di mata, “aku akan berhenti. Aku akan berhenti menjadi member YH Girls, aku akan keluar dari agency ini dan membatalkan kontrakku.”

“Mwoya?! Apa kau gila?!” seru JunMyeon oppa kesal.

“Semua ini, terjadi karena ku. Bahkan karena kejadian ini KyuHyun oppa akan mengakhiri karirnya yang cemerlang ini.” Jawabku dengan terisak, “Maka dari itu, aku akan mengakhiri semuanya.”

“InAh-ya,” Chanyeol oppa menyentuh pundakku pelan, “Apa kau tidak berpikir satu kali saja melalui cara pandang KyuHyun hyung?”

“Geurae InAh-ya,” sahut JunMyeon oppa, “KyuHyun hyung melakukan itu karena mu, agar karirmu tidak hancur, lalu mengapa kau…”

“KARENA AKU TIDAK SUKA ITU!” jeritku tak tertahankan. Aku sudah tidak dapat menahan hal ini lebih lama lagi.

“Aku tidak suka itu.” Ulangku dengan nada lebih rendah, “Aku tidak suka saat orang lain merasa tersakiti agar aku dapat merasa baik-baik saja. Aku tidak suka saat seseorang mengorbankan sesuatu bagiku, karena itu lebih menyakitkan.”

“Tapi KyuHyun hyung tidak berpikir seperti itu.” Sahut JunMyeon oppa.

“Geurae InAh-ya, apa yang dikatakan oleh Suho hyung benar.” Tambah Chanyeol oppa, “Lagi pula kau sudah melakukan banyak hal dan melalui banyak kesulitan agar dapat sampai sini, lalu mengapa kau begitu mudah menyerah?”

Aku menghapus jejak air mataku dan memikirkan perkataan Chanyeol oppa lamat-lamat. Benar adanya bahwa aku telah melakukan banyak hal, aku telah berusaha mempelajari banyak hal agar aku dapat masuk agency ini dan debut di agency ini pula,aku juga sudah melalui banyak kesulitan seperti mendapatkan izin orang tuaku untuk sampai ke Korea. Jika aku menyerah seperti ini saja, maka semua itu akan menjadi sia-sia dan tidak berarti, dan aku tidak akan dapat merasa bahagia lagi.

“’Arraseo.” Sahutku pelan, “Tapi aku mohon bantu aku agar KyuHyun oppa tidak keluar dari agency.”

“Siapa yang akan keluar dari agency?” tiba-tiba saja KyuHyun oppa telah ada di belakang JunMyeon oppa.

“Oppa!” seruku seraya berlari ke arahnya dan memeluknya.

“Wae? Apa kau pikir aku akan benar-benar keluar dari agency ini?” aku mengangguk pelan.

“Mianhae oppa. Kali ini aku akan benar-benar menjaga jarakku denganmu di depan kamera.” Ucapku pelan.

“Arraseo. Tapi aku tidak akan keluar dari agency ini.” Aku melepaskan pelukkanku dan menatapnya, “Kau benar-benar bodoh, apa kau lupa betapa aku ini adalah asset berharga bagi SM Entertainment? Sajangnim tidak akan melepasku begitu saja.”

“Mwoya!” aku memukul pudaknya keras.

“Mianhae. Sebaliknya, ayo kita bekerja lebih keras, eottae?” tawarnya.

“Ne, aku mengerti sunbaenim.” Sahutku dengan senyum lebar.

<<>>

“Akh!” jerit Luke kesakitan, “Tak bisakah kau melakukannya pelan-pelan?” protesnya.

“Akh!” jeritnya sekali lagi setelah aku memukul punggungnya.

“Apa aku menyuruhmu untuk bekelahi dengan anak-anak itu?!” omelku, “Jika kau tidak bekerlahi dengan mereka wajahmu tidak akan berakhir seperti ini!” aku menunjuk luka memar dan darah yang sedikit keluar dari wajahnya karena perkelahiannya dengan beberapa murid satu kelas kami.

“Well, mereka mengganggumu, maka aku harus memberi mereka pelajaran!” sahutnya kesal, “Memang apa salahnya jika kau ingin menjadi seorang penyanyi? Memang apa salahnya jika kau bisa berbahasa Korea?!”

“Sudahlah, lupakan saja. Untuk apa kau mengatakan hal itu?” aku menundukan kepalaku, “Lagi pula mereka hanya orang-orang bodoh yang mungkin bahkan tidak memiliki mimpi untuk masa depan mereka. Mereka hanya iri padaku karena aku ada beberapa langkah di depan mereka.”

“Lain kali jangan kau hiraukan.” Tambahku, “Jangan melukai dirimu hanya karena orang-orang bodoh itu. Mengerti?”

“Okay, okay. I got it.” Ia tersenyum hangat padaku yang kubalas dengan senyum tulus.

Fin~

Hi! Entah sebenernya ini blog masih ada yg datengin apa nggak, but yah.. author masih suka aja ngepost. Tentang jarangnya post-an, jujur author lagi sibuk bgt sama tgs2 menumpuk dann karena author ada project buku ^^ so, maaf klo ada beberapa reader yg merasa diphpin maka ia pergi. But inilah yang bisa author berikan sekarang, I hope you enjoyed it!

See ya’ (I guess)

Advertisements

3 thoughts on “Scandal (Yoo InAh The Series)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s