Poster (Yoo InAh the Series)

*Poster*

“I’m home!” Seruku seraya melepaskan sepatu sekolahku dan mulai melangkah masuk ke dalam.

“Claire!!” Seru Vania, adikku, berlari ke arahku dengan kecepatan penuh dan wajah penuh antusiasme.

“Apa?” Aku menuangkan segelas air dan meneguknya.

“Di mana kau menaruh semua majalahmu?” Matanya berbinar saat menanyakan hal itu.

Aku mengerutkan dahi pertanda bingung. Selama ini ia tidak pernah tertarik pada majalah-majalah yang kubeli, sesungguhnya satu keluarga kami tidak ada yang menyukai majalah. Namun aku menjadi pengecualian setelah aku mengenal Super Junior, terlebih Cho KyuHyun.

“Tentu saja ada di kamarku.” Sahutku tak acuh.

“Bolehkah aku meminjamnya sebentar?” Ia mengusap-usapkan kedua tangannya tanda ia sedang memohon padaku.

“Untuk apa kau membutuhkan majalahku?” Aku melipat kedua tanganku di depan dada.

“Itu…” ia menghindari tatapan mataku, “guruku menyuruhku mencari puisi sebagai tugas. Maka aku berniat mencarinya di majalahmu.” Aku menghela nafas kasar mendengar penjelasannya.

“Kau hidup di jaman apa sesungguhnya?” Aku menaikan nada bicaraku, “Jaman sudah maju dan kau masih mencari puisi melalui majalah?!”

“Kau sendiri!” Balasnya membentak, “Jaman sudah maju dan kau masih mengoleksi majalah-majalah aneh itu!”

“Kalau begitu jangan pinjam majalah anehku!” Aku berjalan ke kamarku dengan kasar. Jelas-jelas ialah yang membutuhkanku di sini.

“Claireee!” Panggilnya mengejarku setelah ia sadar bahwa ia melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan, “Maafkan aku. Mr. Patrice meminta puisi dari majalah atau newspaper, ia tidak menerima puisi yang di print dari internet. Maka dari itu, aku mohon pinjamkan majalahmu.” Ia kembali mengusapkan kedua tangannya.

“Okay, masuklah.” Aku membukakan pintu kamarku untuknya dan mengekorinya masuk.

“Ini.” Aku menaruh setumpuk majalahku kehadapannya, “Ingat, kau hanya boleh mengambil 1 puisi.”

“Tenang saja.” Sahutnya girang dan mulai membuka halaman demi halaman majalah-majalahku.

“Dan jangan sampai kau menggunting halaman lainnya!” Seruku memperingatinya saat ia mulai mengambil guntingnya.

“Tenang saja, aku ini sudah kelas 2 SMP, bukan anak bocah lagi.” Sombongnya dengan senyum cerah di wajahnya.

KRESS

“OH NO!” serunya dan aku tahu itu bukan pertanda baik.

“What? Apa yang terjadi?” Seruku histeris dan merebut majalahku dari tangannya.

Aku terhenyak setelah melihat penyebab seruan putus asa adikku. Ia tidak sengaja menggunting 3 halaman sekaligus. Dengan panik aku segera mengecek halaman apa saja yang tergunting olehnya, halaman kedua berisi berita tentang Sistar maka aku tidak terlalu memperdulikannya, namun halaman ketiga yang terpotong olehnya adalah poster favoritku, yang aku rencanakan akan ku tempel di pintu kamarku sebagai penyemangat pagiku.

Di poster itu terdapat DongHae yang tengah mengenakan kemeja putih dengan jas abu-abu dan celana senada seraya tersenyum hangat ke arah kamera, dan KyuHyun dengan baju yang sama dengan DongHae, ia juga mengenakan sebuah kacamata fashion berframe kotak dan sebuket bunga di tangannya, ia tersenyum lebar dengan mata yang dreamy yang amat kusukai.

“Neo!” Jeritku. Air mata mulai menggenang di mataku. 

“Nae KyuHyun-iega! Nae DongHae-neun!” Rengekku dan mulai menangis.

“I’m sorry, aku tidak pernah bermaksud…”

“Oh shut up!” Bentakku padanya seraya melemparkan majalah tadi kewajahnya dan berlari keluar dengan menangis hebat.

“Lucas-ah!” Aku mengetuk pagar kayu rumah Lucas dengan kencang.

“Luke!” Aku memanggilnya seraya terus menangis.

“Luke open the door!” Aku mengencangkan ketukanku.

“Clarisse?” Ibu Lucas, Silviya, membukakan pintu bagiku dengan kening berkerut, “Ada apa? Mengapa kau menangis?”

Aku tidak membalas pertanyaan ibu Lucas dan langsung melangkah masuk masih dengan tangis histerisku.

“Lucas!” Panggilku seraya menyusuri ruangan demi ruangan yang ada di rumahnya namun aku tidak dapat menemukannya sama sekali.

“Clarisee, Luc…”

“Lucas!” Panggilku sekali lagi memotong kalimat ibu Lucas. Kuputuskan untuk naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar Lucas.

“LUKE!” Tangisku karena aku tak kunjung menemukannya.

“Clar… What the…” ucapnya terpotong-potong karena terkejut.

Aku segera membalikan tubuhku seraya terus menangis. Lucas tengah mengenakan celananya setengah jalan saat aku masuk.

“Kau,” bentak Lucas, “apa yang kau lakukan? Mengapa kau masuk ke kamarku begitu saja?”

Aku tidak menjawab pertanyaannya dan terus menangis.

“Jangan hanya terus menangis dan jawab aku.” Ia mendudukan dirinya ke atas tempat tidurnya yang segera kususul.

“Hey, kau duduk terlalu dekat denganku.” Ucapnya dengan suara bergetar dan menggeser tubuhnya sedikit menjauh dariku.

“Luke,” aku kembali mendekatinya, “apa yang harus kulalukan?”

“Apa? Apa yang terjadi?” Ia kembali menjauh.

“Vania menggunting posterku.” Tangisku kembali meng-histeris mengingat alasan aku menangis dititik awal.

“Wait.” Luke mengusap wajahnya kasar, “kau menangis histeris, dari rumahmu sampai rumahku, dengan keadaan seperti ini, hanya karena adikmu menggunting postermu?” Aku mengangguk pelan.

“Woah!” Luke bangkit berdiri dengan cepat, “sepertinya kau sungguh-sungguh harus pergi ke psikiater. Itu hanya sebuah poster!”

“ITU BUKAN SEKEDAR POSTER!” Jeritku keras yang membuat Luke menutup telinganya.

“Biar kutebak, Cho KyuHyun ada dalam poster itu bukan?” Ia menaikan alisnya.

“Bukan hanya KyuHyun tapi juga DongHae.” Tambahku.

“Great!” Ia mengayunkan tangannya ke atas dengan kesal, “Ingatkan aku untuk membunuh adikmu saat aku bertemu dengannya.”

“Tepatnya, dibagian mana ia menggunting KyuHyun?” Tanyanya penasaran.

“Di lengannya, tepat di sini.” Aku menggengam siku Luke untuk memberitahunya letak Vania memutilasi KyuHyun.

“Apa kau benar-benar harus menangisinya seperti itu?” Ia menarikku ke dalam pelukannya saat aku mulai menangis lagi.

“Eung.” Sahutku singkat.

“Itu bahkan bukan benar-benar bagian tubuhnya!” Ucap Luke kesal, “Berhenti menangis, aku akan mencarikan gambar yang sama persis dengan postermu itu dan mencetaknya persis seperti postermu.”

“Really?” Aku menarik wajahku menjauh dari dadanya.

“Hmm, 10 lembar jika kau mau.” Tambahnya.

“Thank you!” Aku memeluknya erat dan tangisanku meluap entah kemana.

“Kurasa Cho KyuHyun itu benar-benar berarti bagimu. Aku menyesal telah mengenalkannya padamu.” Luke menundukan kepalanya setelah melepaskan pelukanku.

“Apa kau iri pada seorang artis korea?” Ejekku.

“Iya, jelas-jelas aku yang telah mengenalmu lebih lama. Tidak, ia bahkan tidak mengenalmu! Tapi mengapa kau menyukainya lebih dari ku?”

Tunggu, ini bukan iri, dan ini bukan candaan. Ini murni ia cemburu. Pada seorang artis korea bernama Cho KyuHyun. Tapi mengapa?

“Luke,” panggilku, “apa kau tengah cemburu karena aku menyukai artis korea ini?”

“Tentu saja!” Jawabnya cepat. Namun kemudian ia menundukan wajahnya yang mulai memerah itu.

“Why?” Tanyaku penuh selidik.

“Bukankah aku pernah bilang bahwa aku menyukai, ah bukan mencintaimu?” Ucapnya yang lebih terdengar seperti gumaman.

“Well, baiklah.” Aku berusaha tidak terlalu memikirkan hal itu, “Tapi KyuHyun adalah orang yang amat penting bagiku. Ia yang membuatku memiliki mimpi ini, dan ia juga yang membuatku memiliki kekuatan dan harapan untuk mencapai mimpi itu.”

“Jadi kau yakin bahwa kau akan pergi ke Korea?” Tanyanya khawatir.

“Iya,” sahutku yakin, “sesungguhnya aku sedang mempersiapkan diriku untuk lomba sing cover ini.” Aku mengambil handphonenya dan menunjukan poster lomba yang akan ku ikuti.

“Kau akan datang bukan?” Tanyaku antusias.

End~

Hi!!! Another Yoo InAh the Series! Based on true story that happened around 3 years ago. Hope you guys like it.

And, ttg lomba sing cover itu juga beneran. Author mau ikut lomba sing cover di Mangga Dua mall Jakarta tgl 5 Maret nanti. Klo mau dateng silahkan (biar apa kali) dan klo penasaran sama sosok author cari aja diantara yg ikut.

Don’t forget to leave comment! See you!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s