Christmas Party (Yoo InAh the Series)

*Christmas Party*

Berbagai pernak-pernik berwarna hijau dan merah, tamu-tamu yang mengenakan warna senada, serta pohon pinus dengan bintang di atasnya menunjukan bahwa Natal telah dekat. Pesta Natal yang diadakan di sebuah aula hotel ternama di Gangnam ini diadakan oleh salah satu  agency Korea ternama, SM Entertainment. Agency tersebut mengundang para artis hingga staff untuk merayakan Natal bersama. Ah, bukan merayakan, namun menyambut Natal karena tentu baik para artis dan staff akan berkumpul dengan keluarga serta sanak saudara mereka saat hari Natal datang.

Para artis dan staff mempersiapkan penampilan mereka masing-masing demi mendapatkan hadiah Natal spesial yang telah disediakan oleh petinggi agency itu. Tentu tidak ada yang tahu apakah hadiah spesial itu sesungguhnya. Walau begitu, para tamu telah saling bertukar kado atau sekedar mengucapkan ‘Selamat Natal‘. Tak terkecuali Yoo InAh, leader dari YH Girls itu terus menyusuri aula itu seraya terus memberi ucapan selamat. 

“Hey, Clarisse!” Panggil sebuah suara yang membuat InAh menolehkan kepalanya ke arah asal suara.

“Henry!” Seru InAh dengan senyum mengembang di wajahnya. Satu detik kemudian keduanya telah saling memeluk satu sama lain.

“Merry Christmas.” Bisik Henry di telinga InAh.

“Merry Christmas too, Henry.” Sahut InAh.

“Tidak ada kado untukku?” Tanya Henry setelah mereka puas berpelukan.

“Tentu ada,” sahut InAh santai, “aku menaruhnya di bawah pohon Natal. Dan kau tidak boleh membukanya sebelum natal tiba.”

“Arra.” Timpal Henry, “Aku juga sudah menaruh milikmu di sana. Kau juga tidak boleh membukanya sebelum Natal datang.”

“Sir, yes sir!” Jawab InAh seraya memberikan hormat pada Henry yang dibalas dengan tawa kecil oleh Henry. Walau umur mereka terpaut jauh, namun Henry menyuruh InAh memanggilnya dengan nama saja, American style, kata Henry dengan begitu ia lebih merasa seperti di rumah.

“Hey,” seseorang menyentuh bahu InAh dari belakang, “merry Christmas!” Ucap pemilik suara itu tangan itu seraya menyodorkan kotak yang terbungkus kertas kado bermotif kado-kado kecil dengan pita di atasnya.

“Gomawoyo SiWon oppa! Geurigo, merry Christmas!” Sahut InAh dengan senyum lebar. Ia mengambil kotak yang SiWon tunjukan dan segera mengocoknya untuk mencaritahu apa isinya.

“Don’t,” ucap SiWon agak sedikit terlalu kencang maka ia berhenti sejenak dan melanjutkan kalimatnya dengan suara lebih rendah, “shake it like that.”

“Wae?” Tanya InAh polos.

“Karena kau bisa merusak hadiah Natalmu.” Sahut SiWon kesal, “Jika kau penasaran dengan isinya, maka buka saja.” Tambahnya.

“Mwoya, Natal masih 5 hari lagi SiWon-ssi.” Ucap InAh mengingatkan. Lalu bagaimana dengan Henry? Ah, ia sudah pergi sejak 5 menit lalu saat Amber mengajaknya mengunjungi meja dessert.

“Apa salahnya? Pun itu bukan kado dari Santa Clause.” Bisik SiWon yang membuat InAh hanya bisa menghela nafas lemah.

“Arraseo, aku akan membukanya.” InAh menarik ujung pitanya dan mulai membuka kadonya.

“Woah!” Seru InAh dengan mata berbinar, “Ini snowglobe bukan?” Tanya InAh memastikan.

“Eum.” Sahut SiWon dengan anggukan, “Namun itu bukan hanya snowglobe biasa.” SiWon mengambil snowglobe yang ada di tangan InAh itu lalu memutar bagian bawahnya ke kanan sebanyak 3 kali. Tak lama sebuah melodi indah keluar dari snowglobe itu.

“Woah!” Seru InAh takjub, “Music box?”

“Eum.” Sekali lagi SiWon mengangguk.

InAh mendekatkan snowglobe yang juga merupakan music box itu ke telinganya, berusaha mendengarkan lagu yang diputarkan benda itu lebih jelas.

Amazing Grace?” Tanya InAh sekali lagi yang juga dibalas dengan anggukan oleh SiWon, “Daebak! Gomawoyo oppa!” Seru InAh girang.

“Benda itu hanya ada satu di dunia, maka kau harus menjaganya dengan baik, arraseo?” Ancam SiWon.

“Eung, arraseo. Aku akan menjaga benda ini dengan amat baik. Oppa tidak perlu khawatir.” Ucap InAh tanpa mengalihkan perhatiannya dari snowglobe-nya itu. Baginya, itu merupakan hadiah Natal terbaik yang pernah ia dapat.

***

“Hey.” Lucas melambaikan tangannya di depan wajahku yang membuatku tersadar dari lamunanku.

“O.. oh?” Sahutku agak sedikit bingung.

“Apa kau suka hadiahku? Aku sudah menanyakan itu 3 kali Clarisse.” Seru Lucas kesal.

“Eu.. eum. Aku amat menyukainya.” Sahutku dengan senyum tulus.

“Woah, apa tidak ada hari tanpa dirimu dan imajinasi liarmu itu hah? Bahkan di hari Natal sekalipun?” Lucas kesal, itu yang kudapati dari nada bicaranya.

“Sorry,” jawabku, “tapi aku tidak bisa mengendalikannya. Seperti katamu, ia adalah imajinasi yang liar.” 

End~

Hi!! Long time no see! Apa ada yg kangen kah? No? Baiklah. Author mau mengucapkan permintaan maaf yang sedalam dalamnya karena udh lama bgt gak nge-post, tapi ternyata jadi mahasiswa itu lebih menyibukan dibanding dengan jadi anak sekolahan. Maka sekali lagi author minta pengertian para reader-nim.

Untuk Bittersweet sedang dlm tahap pengetikan. Soon akan author post kok, jadi mohon kesabarannya sekali lagi.

Tadinya ff ini mau author post agak deket dengan Natal, namun nampaknya blog ini makin mati klo lama2. 

So, thanks for reading and don’t forget to leave comment. Klo ada ide untuk Yoo InAh the Series ini juga gpp kokk. Masih season 1 masih mudah untuk bikin sesuai request reader-nimdeul. Sekali lagi thank you so much~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s