Chatting (Yoo InAh the Series)

*Chatting*

“Kau telah bekerja keras InAh-ssi,” puji photographer bermarga Lim itu.

“Ne, kau juga telah bekerja keras Dennis-ssi.” Sahutku seraya menjabat tangannya.

Dennis Lim, seorang photographer handal yang dikenal dunia. Harga 1 photo hasil jepretannya bisa menginjak angka ratusan Won, banyak juga artis-artis yang ingin menjadi modelnya. Dan akupun tidak tahu mengapa bisa aku yang mendapatkan kehormatan itu dan bukan MinAh. Sekedar info, MinAh sangat menyukai Dennis Lim, menurutnya Dennis memiliki senyum yang manis, gaya bicara yang unik, serta selera humor yang tinggi. Namun secara pribadi, menurutku Dennis merupakan orang yang biasa-biasa saja, bahkan bisa dikatakan ia memiliki mulut yang tajam.

“Noona,” panggil TaeJin, managerku yang terpaut 1 tahun, “kita dalam masalah besar.”

“Wae?” Tanyaku acuh tak acuh seraya kembali merapihkan barang-barangku.

“Fans-mu telah berkumpul di luar gedung ini. Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa tahu bahwa kau tengah melakukan pemotretan di sini.” Jelasnya.

“Apa kau yakin itu fans-ku dan bukannya fans dari Dennis?” Aku menaikan alisku.

“Well, entahlah. Mungkin aku terlalu berlebihan.” Gumamnya, “Kalau begitu ayo cepat kita berangkat, kau tidak lupa kalau hari ini merupakan comeback Stage dari YH Girls bukan?”

“Tentu saja tidak.” Aku terkekeh ringan, bagaimana bisa aku melupakan hal itu? YH Girls bagai kehidupanku sekarang.

“Gajja.” Aku mengangkat tas tanganku dan melangkah keluar ruang gantiku.

Tanpa kuduga, pintu keluar yang seharusnya kulewati penuh sesak oleh remaja-remaja  yang berteriak  histeris setelah melihatku.

“Lihat, aku benar saat mengatakan mereka fans-mu noona.” Dumal TaeJin.

“Kita bisa lewat pintu belakang saja bukan?” Tanyaku hati-hati.

“Tidak,” tolak TaeJin terlampau cepat, “di sana ada lebih banyak lagi. Kurasa mereka telah memperhitungkan kemungkinannya.”

“Arraseo. Lebih baik kita cepat berangkat sebelum kita terlambat.” Aku membenarkan letak tas tanganku dan segera melangkah maju. Satu-satunya cara agar aku bisa sampai ke gedung SBS adalah dengan menerjang remaja-remaja histeris ini.

“NOONAAA!!”

“EONNIEE!!”

Teriakan demi teriakan yang dikeluarkan dari mulut remaja-remaja itu amat memekakan telingaku. Belum lagi aksi dorong mendorong yang mereka lakukan menghambat langkah kakiku.

“Jweisonghamnida, jweisonghamnida. Bisa tolong mundur sedikit? Ayolah mundur sedikit saja!!” TaeJin berteriak agar dapat memberiku jalan namun sebaliknya, ia mendapat cercaan dari para fans ku itu.

Bukannya tidak senang, namun sikap anarkis mereka amat mengganggu. Hal yang lebih buruk terjadi saat sekelompok fans lain, kurasa itu adalah para fans yang menunggu di pintu belakang, berlarian ke arahku dan mendorong satu sama lain. Aksi dorong mendorong itu semakin gencar, dan parahnya lagi aku tidak dapat menemukan TaeJin sekarang.

“TAEJIN-AH! GO TAEJIN!” Teriakku memanggilnya namun tidak ada jawaban.

“TAEJI…” Ucapanku terpotong kala aku terjatuh akibat dorongan-dorongan yang dilakukan para remaja itu. Aku meringis saat beberapa dari mereka menginjak tanganku serta pergelangan kakiku dengan tidak sengaja.

“Cepat minggir!” Aku mendengar TaeJin berteriak samar.

“Noona? Gwaenchana?” Kini TaeJin telah berada di hadapanku dan aku hanya mengangguk lemah sebagai jawabannya. Entah mengapa, tiba-tiba saja tidak ada lagi teriakan-teriakan atau aksi dorong mendorong dari para remaja itu, hanya wajah menyesal yang terlukis di wajah mereka.

“Mianhaeyo noona.” Ucap salah satu dari sekian banyak fans itu dengan wajah tertunduk.

“Gwaenchana.” Ucapku seraya berusaha bangkit berdiri namun gagal.

“Noona waeyo?” Dengan sigap TaeJin meraih pergelangan kakiku dan menyentuhnya pelan, “Kurasa kita tidak akan pernah datang ke gedung SBS noona.”

Aku tahu arti dari ucapan TaeJin dan aku hanya dapat menghela nafas berat. Tanpa menunggu perintah lebih lanjut, TaeJin mengangkat tubuhku menuju mobil kami.

***

*Group Chatting 6*

ChoKyu: Yoo InAh gwaenchanna?

MinoMino: InAh-ya, gwaenchanjji?

Kim JunMyeon: InAh-ya, coba jawab kami~

Qian: Kalian bertiga jangan terlalu berlebihan, biarkan InAh istirahat sejenak

ChoKyu: Apa noona bisa bersikap santai jika adik noona terluka?

Kim JunMyeon: Ada benarnya Qian noona berkata seperti itu hyung~

MinoMino: Apa perlakuan fans-mu tidak terlalu berlebihan InAh-ya?

ChoKyu: Yoo InAh, apa kau benar-benar tidak akan membalas kami?

ChoKyu: Yoo InAh!

MinoMino: InAh-ya, setidaknya beri tahu kami bagaimana keadaanmu~

Shim ChangMin: Kalian jangan bereaksi berlebihan.

ChoKyu: Bagaimana bisa begitu?

Shim ChangMin: Hanya kakinya yang terkilir dan kalian bereaksi seolah ia mengalami kecelakaan

ChoKyu: Apa maksudmu?

ChoKyu: Apa kau ingin InAh tertimpa kecelakaan?!

MinoMino: Aku tidak mengatakan apapun, hanya murni mengkhawatirkan InAh

ChoKyu: Hya ShimChang!

Shim ChangMin: Aku juga tidak ingin melihatnya terluka

ChoKyu: Datang ke sini kalau kau berani!

Shim ChangMin: Hanya saja InAh juga membutuhkan waktu istirahat

Shim ChangMin: Dan jangan hubungi dia dengan Personal Chat-mu Cho KyuHyun!

Shim ChangMin: Kalau bisa aku sudah berada di hadapanmu sekarang, namun karena kau berada di Jepang, maka aku harus menahan amarahku sendiri

ChoKyu: Itu merupakan pilihanku untuk mengirimi InAh Personal Chat

ChoKyu: Mengapa kau mengaturku?!

*

Aku menghela nafas panjang setelah membaca grup itu. Cho KyuHyun selalu bereaksi berlebihan jika mendengar kabar aku terluka. Aku yakin mereka semua telah melihat hashtag yang dibuat oleh para fans-ku atas rasa penyesalan mereka. Tapi aku baik-baik saja dan tidak membutuhkan semua itu. Nyatanya aku masih bisa ikut comeback stage YH Girls tadi walau hanya dengan menyumbangkan suaraku, tapi semua berjalan lancar tanpa hambatan.

*Group Chatting 6*

InAh: Aku baik-baik saja, hanya kakiku yang sedikit terkilir

InAh: Jangan terlalu mengkhawatirkanku

MinoMino: Kau sungguh baik-baik saja?

InAh: Dan kalian, ChoKyu serta ShimChang oppa, jangan bertengkar karena itu amat mengganggu

InAh: Eung, aku baik-baik saja oppa

Kim JunMyeon: Senang mendengar kabar darimu

MinoMino: Syukurlah kalau begitu

InAh: Mianhae JunMyeon oppa, aku baru mengecek handphone-ku

InAh: Aku baru selesai tampil

Qian: KyuHyun-ah, apa kau puas sekarang?

MinoMino: Aku cukup yakin KyuHyun hyun masih marah dan tidak akan membuka handphonenya selama 1 jam kedepan

Kim JunMyeon: ㅋㅋㅋ

Kim JunMyeon: Itu benar

Qian: Kalau begitu InAh-ya, kau lebih baik memanfaatkan waktu 1 jam ini dengan beristirahat

InAh: Ne eonnie ^^

InAh: Terima kasih semuanya, karena telah mengkhawatirkanku~

InAh: Dan maaf, karena telah membuat kalian khawatir~

Shim ChangMin: Arraseo, aku tidak akan bertengkar dengan KyuHyun lagi

Shim ChangMin: Tidak apa-apa, memang sudah menjadi tugas kami untuk menjagamu

Shim ChangMin: Kau juga selalu khawatir saat satu di antara kami sakit bukan?

Kim JunMyeong: Benar kata ChangMin hyung, jaga dirimu baik-baik InAh-ya~

*

Aku menaruh handphoneku seraya menghela nafas sekali lagi. Ternyata aku tidak benar-benar sendiri di negara orang ini. Aku kembali mengecek handphoneku saat benda persegi itu berdering.

*ChoKyu*

ChoKyu: Apa kau sungguh baik-baik saja?

InAh: Eung, jangan khawatir

InAh: Aku bahkan masih bisa berjalan sendiri

ChoKyu: Arra

ChoKyu: Tapi sudah berapa kali kubilang untuk coba “menjinakan” para penggemarmu itu?!

InAh: Aku sudah mencobanya

InAh: Namun kurasa mereka belum mau mendengarkanku

ChoKyu: Dan kau akan diam saja?

InAh: Aku cukup yakin mereka tidak akan melakukan hal seperti ini lagi oppa

InAh: Kurasa dengan terlukanya diriku mereka akan terkena efek jera mereka sendiri

ChoKyu: Kau harus bisa lebih tegas lagi

ChoKyu: Apa lagi fans mu mayoritas pria

ChoKyu: Kekuatan mereka jelas lebih besar darimu

InAh: Arraseo, lain kali ajari aku cara “menjinakan” penggemar seperti yang kau lakukan pada penggemarmu

ChoKyu: Tanpa kau minta aku akan mengajarkanmu

ChoKyu: Lebih baik kau istirahat saja

ChoKyu: Aku cukup yakin bahwa kau agak terkejut tadi

ChoKyu: Tidurlah, itu akan membantu

InAh: Arraseo~

InAh: Gomawoyo oppa ^^

*

“Noona,” panggil TaeJin, “Ayo kita kembali ke dormmu.”

“Arraseo.” Sahutku seraya mengemasi barang-barangku.

<<>>

“Clarisse,” panggil Lucas, “apa yang kau lihat?”

Aku mengalihkan pandanganku dari handphone-ku yang menampilkan video KyuHyun keluar dari gedung pementasan Musical Mozart-nya dengan fans yang berbaris rapih.

“Bukan apa-apa.” Sahutku singkat dan melihat Dennis, teman satu kelasku, tengah mengambil foto bunga yang ada di dekat pintu kelas kami.

“Apa kau mengandaikan hal-hal yang aneh lagi?” Tanya Lucas namun aku tidak menjawabnya.

Bisa iya, namun bisa juga tidak. Apa hal yang kubayangkan tadi hanya sekedar bayangan atau bukan? Aku juga tidak yakin. Namun satu hal yang kutahu pasti, aku sudah kecanduan segala hal yang bersangkutan dengan KyuHyun.

Fin~

I’m back with Yoo InAh the Series and still working on Bittersweet.

Hope you guys like this one and comments are very appriciated. Thanks for reading ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s