The Wedding

*The Wedding*

Tempat ibadah itu mulai terisi. Walau tidak penuh, namun setidaknya cukup untuk memberikan suasana ramai di gereja itu. Ornamen biru putih juga telah memenuhi gereja itu menambah kesan ramai namun tetap classy. Ditambah mawar-mawar biru yang terpajang rapi diujung tiap-tiap kursinya. Beberapa anggota keluarga besar dari kedua belah pihak mempelai yang  akan segera  menjadi satu terlihat sedang berbincang hangat. Senyum bahagia terukir di tiap-tiap wajah mereka. Terutama di wajah orang tua kedua belah mempelai. Sang mempelai wanita terlihat sedang merapihkan dress putihnya yang panjang serta mewah itu dibantu seorang bridesmaidnya.

“JungAh-ah, neon wanjon yeppeunne…” (Kau sangat cantik) ucap bridesmaidnya itu. Sedang yang diberi pujian hanya tersenyum simpul. Lee JungAh, ia kembali menatap dirinya melalui kaca besar itu. ‘Apa aku sudah benar-benar siap untuk ini?’ batinnya.

“JungAh-ah?” seorang pria berumur lebih dari setengah abad itu memasukan separuh badannya ke kamar ganti putrinya itu, “Apa kau sudah siap?” tanyanya pada putri sematawayangnya itu.

“Tergantung.” Jawab perempuan yang bahkan belum sampai setengah umur ayahnya itu. Lee JongSin memutuskan untuk masuk kamar sementara putrinya itu.

“Tapi semua orang sudah menunggu.” Ucap pria itu lembut seraya menggenggam tangan purinya.

“Geundaeyo appa…”

“Kau sendiri sudah sangat yakin tentang pernikahan ini dua bulan lalu, bahkan masih baik-baik saja hingga minggu lalu. Tapi kenapa sekarang nak? Apa ada masalah?” Tanya pria itu penuh wibawa. JungAh memberi isyarat bahwa ada seseorang disana yang membuatnya tidak ingin menceritakan itu. “SonHye-ah,” panggil tuan Lee pada bridesmaid sekaligus sahabat dekat putrinya sejak SMP itu, “bisa kau tinggalkan kami sebentar?”

“Ah, ne abonim.” Sahut SonHye patuh. Ia lalu membungkuk pada tuan Lee dan keluar dari ruangan.

“Ja, hanya ada kita berdua sekarang. Apa ada yang ingin kau jelaskan?”

“Aku tidak tahu appa.” JungAh mendudukan dirinya kasar ke sofa yang tersdia disana, “Aku… pada awalnya aku memang sangat ingin, dan aku sudah sangat yakin untuk menikah. Apa lagi mengingat usia hubungan kami yang bisa dibilang lama.” JungAh meremas jemarinya berusaha menyalurkan rasa gugupnya.

“Keluarkan saja. Jangan kau tahan. Appa tidak mau kau menyesal nantinya. Jangan kau khawatirkan soal nama baik atau apapun. Bila kau melihat KyuHyun melakukan hal salah minggu la…”

“Geugot anieyo appa.”(Bukan itu appa) Potong JungAh cepat, “KyuHyun tidak melakukan kesalahan apapun. Bahkan ia terus memperlakukan ku dengan baik sejak persiapan pernikahan kami.. Aku sudah bertanya pada teman-temanku. Dan mereka bilang ini normal bahwa aku mengidap prawedding syndrome. Semua orang yang akan menikah akan merasakannya. Itu yang teman-temanku rasakan, namun aku kurang yakin kalau itu benar. Aku, aku tidak tahu harus apa. Aku belum yakin bahwa aku telah menjadi putri yang baik bagi appa, bagi eomma. Aku hanya..” JungAh menahan tangisnya.

“JungAh-ah,” Tuan Lee mengangkat dagu JungAh lembut agar JungAh dapat menatap matanya, “Kau akan sangat membahagiakan appa juga eomma jika kau menikah dengan bahagia. Dengan pria pilihanmu, appa cukup yakin KyuHyun tidak akan melakukan hal aneh. Ia anak baik-baik dan sederhana. Dan mungkin apa yang dikatakan teman-teman mu itu benar. Appa juga merasakannya sebelum menikah dengan eommamu. Bahkan appa sempat berpikir untuk kabur saat itu. Tapi bila kau sudah yakin, atau belum yakin, appa yakin bahwa keputusanmu adalah yang terbaik. Terutama untuk mu sayang.” Tuan Lee merapikan sedikit rambut JungAh.

“Arraseoyo appa.” JungAh mulai merapikan dirinya sekali lagi. Tiba-tiba saja pintu terbuka lebar.

“Astaga, apa yang kalian lakukan?” Tanya seorang wanita diusia akhir 40-an yang berparas mirip dengan JungAh. “Sudah terlambat  5 menit sejak jadwal yang ada di undangan dan mempelai wanita belum juga muncul. Para tamu mulai berpikir kau lari dari pernikahan ini sayang…”

“Eomma.” JungAh memeluk eommanya erat, “Gomawo untuk semuanya. Dan mian karena telah terlambat. Tapi, aku sudah siap, maka eomma bisa kembali ke kursi eomma. Tenang saja, putrimu yang cantik ini tidak akan lari dari tanggung jawab. Ever!” ucap JungAh tersenyum. “Gajayo appa!” Gadis itu mengapit tangan appanya erat.

***

Wedding march mulai menggema di gereja itu. Sang mempelai wanita tengah memasuki gereja, berjalan menuju altar perlahan ditemani sang ayah tercinta. Sesekali ia meremas lengan ayahnya untuk menyalurkan rasa gugupnya. Sesekali juga ia melirik punggung namja yang telah berda di altar, bukan, bukan bapak pendeta yang sedang ia tatap, melainkan pria yang akan segera menjadi suaminya. Pria berperawakan tinggi dengan rambut kecoklatan yang agak berantakan, serta leher jenjang yang ia miliki. Tak lama pria itu berbalik, menatap JungAh dengan gugup. Tuan Lee memberikan tangan JungAh kepada pria yang telah menemani putrinya itu selama lebih dari 8 tahun itu dengan senyum.

“Aku percaya padamu KyuHyun-ah.” Ucap Tuan Lee pelan, amat pelan hingga hanya KyuHyun serta JungAh yang dapat mendengarnya. KyuHyun membalasnya dengan tersenyum tulus.

Setelah pembekalan injil dari sang pendeta, kini saatnya bagi kedua mempelai untuk mengucap janji suci, sehidup-semati mereka.

“Apa kau, saudari Lee JungAh, menerima pria ini, Cho KyuHyun, sebagai suamimu, menerimanya serta merawatnya, mengerti serta melayaninya, disaat sakit maupun sehat hingga maut memisahkan kalian?” Tanya pendeta itu.

“Ne..” jawab JungAh tertahan “Ani. Ne hagesseumnida.”(Ya, saya bersedia) Ulang JungAh dengan lebih mantap.

“Apa kau, saudara Cho KyuHyun, menerima wanita ini, Lee JungAh, sebagai istrimu, menerimanya serta mencintainya, menjaganya serta membahagiakannya, disaat senang maupun susah hingga maut memisahkan kalian?” kini sang pendeta menatap KyuHyun serius.

“A..” Ucap KyuHyun tertahan, “Aku.. aku…” KyuHyun terlihat bingung. ‘ayolah Cho KyuHyun, kau bisa melakukan ini!’ batin KyuHyun. “Aku tidak bersedia.” Jawab KyuHyun lantang yang mengagetkan seluruh tamu undangan, pendeta, para orang tua bahkan dirinya sendiri. Sontak semua orang menatap KyuHyun bingung. Atau harus dibilang terkejut.

“Ayolah, aku masih punya yeojachingu yang masih menungguku dengan setia.” Ucap KyuHyun santai, terlampau santai, yang membuat JungAh melemparkan tatapan tidak percayanya pada KyuHyun.

“CUT! NG!” teriak seseorang dengan lantang, “Apa apaan ini?! Ini seharusnya menjadi pernikahan yang membahagiakan dan romantis. Ini akan menjadi happy ending bagi kalian. Apa maksudnya ‘Aku tidak bersedia’? Kau bahkan tidak berucap formal! Apa maksudnya ‘aku masih punya yeojachingu yang masih menungguku dengan setia’?! Yeojachingu apa?! Yeojachingumu sekarang sedang berdiri di sebelahmu, untuk mengucapkan holy matrimony denganmu!” pria bertopi itu membanting gulungan kertasnya kasar, lalu memukul TV kecil yang berada dihadapannya.

“Apa kau sudah gila Cho KyuHyun?!” Tanya pria itu. “Kau!” ia menunjuk seorang pria, “Apa dia selalu begitu?! Kau kan managernya, seharusnya kau atur dia dengan benar! Bisa gila aku bila semua aktorku segila dirinya! Suruh dia perbaiki itu! Kau mengerti?!” sedang yang ditunjuk hanya mengangguk patuh dengan takut-takut.

“Semuanya kembali ke take dimana JungAh masuk kedalam gereja!” perintah pria bertopi itu.

“‘Ayolah, aku masih punya yeojachingu yang masih menungguku dengan setia.’” Sang mempelai wanita, ah tidak, sang aktris menirukan sang aktor berbicara tadi, “Kau gila?! Kau menghancurkan pernikahan indahku!”

“Kita tidak menikah!” tegas KyuHyun.

“Setidaknya untuk drama ini!” jerit wanita itu kesal dan berlalu. “Ah!” ia menghentikan langkahnya dan berbalik, “Aku juga memiliki namjachingu yang sangat setia padaku KyuHyun-sii!” bentak JungAh seraya menginjak kaki KyuHyun kencang, lalu kembali mengambil langkah seribu.

Fin~

Hi! Me again after a month 😀 sorry kalo kurang sering ngeupload, sorry karna bukan Bittersweet but I hope kalian bakan suka karya-karya author selain bittersweet ya~ FF ini udh author post di sujuff2010 seperti biasa. dan untuk bittersweet author targetin bulan ini keluar deh~

HAPPY 1st ANIV BUAT PRECIOUSJUNG ^^ dan nampaknya project Yoo InAh the series harus ditunda hingga tahun depan sorry jika membuat kalian kecewa, cuman rasanya pembangunan feel di Yoo InAh the Series ini masih blom kuat untuk season satunya aso I hope you’ll wait for it.

Last but not least, as always aku mau ucapin terimakasih buat kalian2 yg bersedia mampir dan membaca dan meninggalkan jejak walau gk dibales karna jujur author bingung mau nyautin apa. bagi yg belum meninggalkan jejak, ditunggu jejaknya. apa ff ini garing atau lucu atau nyesek kah? plis jgn bosen2 ya~ anyeong ^^

Advertisements

3 thoughts on “The Wedding

  1. selamat ulang tahun untuk blognya..semoga semakin banyak menelurkan karya karya yang amazyng melebihi karya yg lalu lalu
    hahaha
    pengen nimpuk kyuhyun pake sandal..t kirain serius cuma kting tenayata…

    Like

  2. HAPPY ANNIVERSERY JUGA BUAT BLOGMU SAENGI

    ASTAGA AKU KIRAIN BENERAN ITU GK TAHUNYA CUMA AKTING DRAMA HAHAHAHAHA LANGSUNG DONGKOL AJA KONYOL BANGET SICH KYUHYUN

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s