Hugs and Kisses (Yoo InAh the Series)

They say family members get closer by hugs and kisses…

*Hug and Kiss*

Musim panas, salah satu musim yang menjadi perhatian khalayak ramai sekaligus musim yang paling diharapkan cepat datang setelah musim dingin. Pasalnya, pada musim panas seperti ini sekolah-sekolah akan mengadakan liburan musim panas paling tidak satu setengah bulan lamanya. Dan itu dimanfaatkan dengan baik oleh para keluarga untuk berkumpul dan bermain bersama.

Namun hal itu tidak berlaku bagi artis-artis papan atas. Justru ada yang mengadakan comeback di bulan yang penuh terik matahari ini. Walau begitu, seorang Cho KyuHyun tetap berteguh pada pendiriannya. Musim panas adalah waktu untuk keluarga, dan hal itu tidak boleh diubah oleh siapapun.

Maka dari itu ia telah menelpon seluruh anggota keluarganya untuk mengosongkan jadwal malam ini agar mereka dapat berkumpul dan berbincang selama beberapa jam. Ayah, ibu, noona beserta suami dan putri kecilnya, dan jangan lupakan InAh dari YH Girls. Mereka amat dekat satu dengan yang lain, entah apa alasannya, namun keduanya selalu menempel satu sama lain seperti permen karet.

Ah, jangan percaya para reporter yang mengatakan mereka berpacaran atau bahkan lebih dari itu. Hubungan mereka murni persahabatan, ah bukan, hubungan kakak-adik. Entah siapa kakak atau siapa adiknya. Keduanya bisa menjadi kekanakan dalam waktu yang sama dan tidak mau mengalah demi yang lain. Namun ada kalanya KyuHyun mengalah, begitu pula sebaliknya.

Sekarang seorang Cho KyuHyun tengah duduk menunggu anggota keluarganya, beserta satu adik yang jatuh dari langit itulah yang sering ia katakan pada InAh, di restoran pinggir sungai Han. Telfonnya berkedip, menunjukkan nama noonanya di sana.

“Waeyo noona? Mengapa kau belum sampai juga? Aku bisa mati bosan dan mati karna malu di sini.” Ocehnya sebelum noonanya itu sempat membuka mulutnya.

“Mianhae KyuHyun-ah, nampaknya aku dan keluarga kecilku tidak dapat ikut. Keponakanmu ini sedang sakit dan sangat rewel, aku tidak kuat membawanya keluar rumah. Kau berkumpul saja dengan appa dan eomma juga InAh, aku khawatir demamnya akan menaik. Arraseo? Aku tutup telfonnya.” Balas AhRa panjang dan memutuskan panggilan itu sepihak yang membuat KyuHyun mendengus kesal.

Belum 10 menit berlalu, sebuah pesan singkat masuk ke dalam kotak masuk handphonenya.

KyuHyun-ah eomma tidak bisa datang. Jinjja mianhae, kau ingat Jung ahjumma bukan? Ia suaminya masuk rumah sakit jadi kurasa aku harus menemaninya. Mianhae KyuHyun-ah…
Ah, tadi appamu menelfonku, katanya ia ada rapat mendadak dengan para anggota direksi. Kau nikmati saja makan malammu dengan noonamu serta keluarga kecilnya juga InAh. Eomma minta maaf sekali lagi…

KyuHyun menaruh handphonenya kasar ke atas meja. Menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya. Satu-satunya harapannya hanyalah adiknya yang jatuh dari langit itu, dan adiknya itu dikabarkan akan mengadakan comeback sebelum musim gugur tiba. Dan hal itu membuat harapannya pupus begitu saja. Ia memutuskan untuk pergi. Meninggalkan tempat itu dengan berat hati.

“CHO KYUHYUN!!” teriak seseorang yang membuat tengkuknya merinding, ia mempercepat langkahnya menuju mobilnya.

“Hya Cho KyuHyun!” Teriak suara itu sekali lagi.

Ini tidak benar, seorang fans tidak akan memanggilnya dengan cara seperti itu. Cho KyuHyun, ia memutar tubuhnya dan melihat satu-satunya harapan yang ia miliki tengah berlari ke arahnya denga nafas terengah.

“Yoo InAh!” Serunya lebih bersemangat dari yang ia inginkan.

“Geurae! Aku Yoo InAh, dan kenapa kau pergi begitu saja? Aku tahu aku telat 20 menit, namun bagaimana dengan aboji, eommoni, eonnie dan orabeoni?” Omel gadis itu panjang.

“Mereka tidak akan datang.” Kekecewaan, itu yang InAh temukan pertama kali dalam suara KyuHyun.

“Tapi aku datang!” Ia memukul pundak KyuHyun keras. Ia tahu, menanyakan alasan dan menghiburnya dengan mengatakan akan ada kesempatan lain tidak akan berarti pada Cho KyuHyun.

“Ah, itu sakit!” Teriak KyuHyun seraya melototi InAh yang tengah memamerkan senyumannya yang dipolos-poloskan.

“Jadi dengan batalnya acara makan malam ini, untuk apa aku memohon pada RyuBin oppa untuk bolos dari latihanku?” InAh menekuk wajahnya.

“Kita bisa menyusuri sungai Han bersama.” Usul KyuHyun.

“Dan masuk ke dalam daftar hot news sekali lagi? Tidak terima kasih, aku tidak mau menaikan namamu lagi Cho KyuHyun.” Ejek InAh.

“Hya! Lalu apa yang mau kau lakukan?” KyuHyun kembali mengoceh.

“Baiklah, lagi pula kurasa aku butuh udara segar. Berada di ruang latihan itu seharian membuat tenggorokanku terasa aneh.” Leader girl band yang tengah naik daun itu mengusap lehernya pelan.

“Mwoya?! Seharusnya kau tahu bahwa tenggorokan itu sangat penting bagi seorang penyanyi dan ka…”

“Lupakan.” InAh memotong kalimat KyuHyun dan mulai berjalan yang segera disusul oleh KyuHyun.

“Ini sebabnya aku lebih dekat denganmu dari pada dengan keluargaku sendiri.” KyuHyun mulai merangkul pundak InAh setelah berjalan selama beberapa menit.

“Wae?” InAh menoleh singkat.

“Karena aku lebih banyak menghabiskan waktuku denganmu. Aku bisa bertemu denganmu di mana saja. Gedung agency, ruang latihan, ruang rekaman, acara-acara musik, variety show, dan saat-saat seperti ini.” Ucap KyuHyun seraya menatap lurus ke depan.

“Padahal kata orang, kita harus menghabiskan banyak waktu dengan keluarga kita agar keluarga kita dapat menjadi lebih harmonis.” Tambah KyuHyun, “Namun untuk berkumpul satu minggu sekali saja amat sulit untuk dilakukan.”

“Hya!” InAh mengerucutkan bibirnya, “lalu bagaimana denganku? Dalam satu tahun saja belum tentu aku dapat bertemu orang tuaku!” Ia menatap KyuHyun tajam.

“Oleh karena itu, aku mengangkatmu menjadi adikku. Agar kau tidak terlalu kesepian di sini.” KyuHyun mengacak rambut InAh pelan.

“Mwoya?” Kekeh InAh. Tanpa peringatan KyuHyun mencium puncak kepala gadis 24 tahun itu dan membuatnya menghentikan langkahnya sebentar.

“Wae?” Tanya KyuHyun.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu.” Ucap InAh dengan nyawa yang bersisa setengah. Walau mereka sedekat ini sekarang, Cho KyuHyun tetap sosok idola bagi InAh. Bayangkan saja puncak kepalamu dicium oleh idolamu, tidakkah kau akan meloncat kegirangan?

“Lupakan.” Ucap InAh cepat dan kembali melangkah yang diikuti KyuHyun dalam diam.

“Oppa,” panggil InAh tiba-tiba, “You know what? They say family members get closer by hugs and kisses.”

“Arra.” Jawab KyuHyun singkat, “oleh karna itu aku sering memelukmu dan mencium puncak kepalamu seperti ini.” KyuHyun kembali mencium puncak kepala InAh, “Agar kau merasa bahwa aku benar-benar oppa-mu.” KyuHyun memberikan InAh senyum terhangatnya yang juga dibalas oleh InAh.

End~

Hi! Ini Yoo InAh the series.. aku dapet ide dari cerita guruku saat mengunjungi mereka siang tadi. Guruku ini bilang kalau hubungan keluarga akan lebih dekat karna pelukan dan ciuman. So, I made this..

Thanks for reading, sorry for typos, and leave comment.

Ah, ada banyak yg nyari blog ini, nampaknya gegara At Pain yg di post di Sujuff 2010.. hahaha, leave comment juga ya kalian ^^

Advertisements

One thought on “Hugs and Kisses (Yoo InAh the Series)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s