Mr. Wind

Mr. Wind

Kim RyeoWook, namja itu tengah berlari mengelilingi kampusnya.

FLASHBACK

RyeoWook sedang duduk di taman menikmati angin kecil yang menerpa wajahnya. Ia menggumamkan lagu yang terlintas di kepalanya sambil membaca buku.

“Kau tahu, Ahn JiMin baru saja putus dengan Cho KyuHyun.” Ucap seorang yeoja yang duduk di sebelah kursi RyeoWook.

“Geurae? Akhirnya Kyuppa sadar juga bahwa Ahn JiMin itu…” sahut temannya.

“Mwo?! Ahn JiMin kenapa?” Tiba-tiba saja RyeoWook sudah berdiri di depan yeoja itu dan memotongnya.

“Eoh? Kim RyeoWook sunbae.” Seru mereka bersamaan.

“Geurae, aku, Kim RyeoWook, adalah sunbaemu. Begitu juga Ahn JiMin, yeoja yang baru saja kau bicarakan itu. Sekarang tutup mulutmu dan jangan ganggu dia! Arra?!” gertak RyeoWook lalu meninggalkan mereka dan berlari secepat yang ia bisa.

FLASHBACK END

“Kemana Ahn JiMin itu?” gumam RyeoWook “Atap! Ia pasti ada disana.” RyeoWook mempercepat larinya. Setelah sampai di atap gedung itu, RyeoWook mendengar suara isakkan. Perlahan ia mendekati asal suara itu.

“JiMin-ah” ia menggapai pundak gadis itu. Dengan segera gadis itu menghentikan tangisannya dan menghapus air matanya.

“Kim RyeoWook.” Jawabnya dengan suara yang dipaksakan agar terdengar normal.

“Tidak perlu berpura-pura.” RyeoWook memberikan sapu tangannya. “Belum kupakai. Kau tahu, aku tidak ada kelas sepagian, dan aku belum lama sampai. Lagi pula, aku tidak terlalu membutuhkan ini.” Ia duduk di sebelah JiMin.

“Tidak perlu, gomawo.” Tolaknya halus.

“Tentu saja kau memerlukannya. Biar aku saja kalau begitu.” RyeoWook mulai menghapus air mata JiMin perlahan.

“Gomawo.” Ucap JiMin sambil tersenyum.

“Tidak perlu mengatakannya, seolah ini yang pertama!” ucap RyeoWook.

“Museun suriya?”

“Hya, Ahn JiMin, Cho KyuHyun itu bukan yang pertama. Tapi Kim KiBum! Dia yang pertama bukan?! Kau bahkan sampai lari dari rumah mengatakan kau akan ikut dengannya ke Amerika. Itu benar-benar merepotkanku. Kau tahu? Eommaku tidak mengizinkanku masuk ke rumah bila kau belum pulang ke rumahmu. Akhirnya, aku harus mencarimu. Aku mengelilingi Seoul untuk menemukanmu. Bodohnya aku menurut saja. Memang aku yang membuatmu lari dari rumah? Bukan. Atau aku ayahmu? Itu juga bukan. Aku juga bukan oppamu, atau dongsaengmu, aku hanya anak tetangga yang sial karena terlalu mengenalmu.” Gerutunya panjang.

“Mianhae…” isak JiMin “Jinnja mian, aku tidak bermaksud merepotkanmu. Sungguh aku tidak bermaksud begitu.” RyeoWook tersadar akan apa yang baru saja ia ucapkan. Ia baru saja menginjak satu-satunya tangan yang menahan seseorang dari jatuh ke dalam jurang.

“Ji..JiMin-ah, ak..aku tidak bermaksud berkata seperti itu. Maksudku…” ucap RyeoWook tergagap “saat itu kau masih kecil, kau tahu, kita bahkan baru 13 tahun saat itu. Kau mengertikan?” RyeoWook memelankan suaranya pada kalimat terakhir. “Maksudku, hey kau ingat HeeChul oppamu kan?” ejek RyeoWook. “Dan yang kepalanya besar, siapa namanya? Kim Jong…Jong…”

“Woon.” Sambung JiMin.

“Ah iya, si kepala besar Kim JongWoon dan si tulang besar Kim YoungWoon. Ah iya! Jangan lupakan Choi SiWon itu! Dan si amis itu serta monyet itu. Mereka hanya memfaatkanmu untuk bahan taruhan. Juga…”

“Cukup.” JiMin mengangkat tangannya. “Kau mengejekku ya?”

“Ani. Aku hanya menyebutkan deretan mantanmu. Hahahaha!” tawa RyeoWook kencang.

“Hya Kim RyeoWook! Berhenti tertawa.” JiMin memukulli RyeoWook.

“Hya Ahn JiMin! Geumanhae” ucap RyeoWook disela tawanya.

“Kau yang hentikan! Hentikan tawa menyebalkanmu itu!” bentak JiMin. RyeoWook terdiam mendengarnya.

“Arraseo.” Jawabnya pelan. Lalu, keheningan mulai menyelimuti mereka.

“JiMin-ah,” panggil RyeoWook pelan, JiMin balas menatap RyeoWook “apa pada saat seperti tadi kau bisa mendengar suara bisikan?”

“Bisikan apa? Saat apa?” Tanya JiMin bingung.

“Saat kau menagis seperti tadi maksudku. Kau pasti berpikir dan berharap Cho KyuHyun adalah yang terakhir bukan? Kau selalu berpikir seperti itu. Aku bahkan belum… kau tahu…”

“Kim RyeoWook babo. Ada banyak gadis yang menyukaimu! Kau saja yang tidak menyadarinya. Kau tahu Stella Jang? Ia mengaku padaku bahwa ia menyukaimu namun ia tidak berani mengatakkannya langsung padamu. Jadi ia menitip salam untukmu.”

“Kau kenal Stella Jang?” JiMin mengangguk. “Wah… Ahn JiMin, ku kira kau tidak bisa berteman dengan wanita, dan ku kira akulah satu-satunya temanmu! Kaukan hanya sibuk berpacaran! Hahaha!”

“Kim RyeoWook!” bentak JiMin “Kau kira aku hanya bisa melakukan itu? Jangan harap. Aku hanya belum menunjukan semuanya. Lalu apa tanggapanmu tentang Stella?”

“Stella? Ayolah, ia bukan tipeku. Ia terlalu feminim.” RyeoWook menggeleng.

“Jangan-jangan kau menyukai….”

“Hya! Jangan berpikir macam-macam! Aku normal! Kau dengar? NORMAL!” JiMin tertawa keras.

“Kenapa kau begitu panik? Babo! Hahahaha!”

“Menyebalkan.” Gerutu RyeoWook. Setelah lelah tertawa, JiMin berhenti sehingga keheningan kembali menyelimuti mereka.

“Jadi…” Tanya RyeoWook.

“Jadi apa?” JiMin terlihat bingung.

“Apa kau mendengar bisikan itu?”

“Aneh, bisikan apa?” RyeoWook menghela nafas panjang mendengar jawaban JiMin.

“Lupa…”

“Sebenarnya ada.” JiMin memotong perkataan RyeoWook “Geundae, itu sangat pelan. Mungkin ini terdengar aneh, tapi terdengar seperti suaramu.” Akhir  JiMin ragu diiringi tawa mereka bersamaan.

“Berarti ia melakukan tugasnya dengan baik.” RyeoWook menghentikan tawanya.

“Ia? Nugu?”

“Angin.” Jawab RyeoWook singkat

“Ang…in?” Ulang JiMin.

“Geurae angin. Dimanapun kau berada. Aku akan memastikan angin itu mengirimkan pesanku dengan baik. Walaupun kau berada di tempat yang sangat jauh. Dan jangan lupa, aku juga selalu bisa mengetahui lokasimu, itu juga berkat angin.”

“Ah… jadi ia mengkhianatiku? Kau telah salah mencari masalah denganku tuan angin!” canda JiMin sambil tersenyum.

“Karena itu, tetaplah di sisiku,” RyeoWook meraih tangan JiMin “jangan lepas genggaman ini. Semua air matamu itu, aku akan titipkan pada tuan angin untuk menghapuskannya untukku, karena itu juga jangan takut, jangan sembunyi, aku akan tetap menggenggam tanganmu seperti ini. Dengan begini kita pasti bisa tetap bersama dan kita bisa melupakan semua masalah untuk sementara.” JiMin menganga mendengar kata-kata RyeoWook.“Bagaimana? Apa cukup bagus? Cukup menyentuh? Ah… dari reaksimu sepertinya cukup menyentuh.”

“Kim RyeoWook…” ucap JiMin dalam keterkejutannya. “Apa kau sakit? Gwaenchana?!” JiMin menyentuh dahi RyeoWook.

“Aku serius!” RyeoWook menepis tangan JiMin.

“Geundae wae?” JiMin masih menatap RyeoWook tidak percaya. “Dan kalimat penutupmu menunjukkan bahwa kau tidak serius! Jadi, beritahu kenapa!” RyeoWook menarik JiMin kedalam pelukkannya.

“Saranghae.” Bisiknya.

“Mwo?!”

“Saranghandagu.” Ulang RyeoWook.

“Hya, neon…” JiMin hendak menjauhkan dirinya namun segera dicegah oleh RyeoWook.

“Sejak dulu. Sejak aku pertama kali melihatmu bermain sepak bola, saat kita belum bersekolah di sekolah yang sama. Aku sangat terpana melihatmu dapat bermain bola sebaik itu. Aku bahkan tidak bisa melakukannya. Itu sebabnya aku memintamu mengajariku…”

“Geundae geugo…”

“Kita masih kelas 5. Benar. Jadi apa jawabanmu?”

“Kim RyeoWook, aku baru saja putus.” Elak JiMin.

“Itu sebabnya aku ingin menambah jumlah mantanmu! Hahaha!” RyeoWook melepas pelukkannya.

“Jadi kau mempermainkanku?! Terima ini!” JiMin kembali memukuli RyeoWook.

“Tentu saja tidak!” JiMin menghentikan pukulannya “Justru aku ingin mencoba memberi apa yang kau inginkan. Tapi kau malah memukuliku! Kuanggap kau menolaku!” RyeoWook melangkah pergi.

“Hya! Kim RyeoWook! Aku tidak bilang aku tidak mau!” JiMin mengejar RyeoWook. “Hya! Dengan kaki sependek itu, cepat sekali jalanmu! Kim RyeoWook!” JiMin merangkul RyeoWook yang menatapnya tajam.

“Ayo makan!”

“Kajja!” Mereka melangkahkan kaki bersamaan.

Fin~

Hi!! Kembali lagi dgn FF yg random. untuk bittersweet, author masih stuck, so wait for it ya.. author takut mengecewakan kalian seperti pada part 7 kemarin. 

Tentang FF yg ini, ini udh sekitar 2 taon lalu author bikin yg terinspirasi dari lagu SJ K.R.Y yg judulnya SKY yg merupakan OST dari To the Beautiful You bagi yg ingat..

Mohon reviewnya… Sorry for typos. Thanks for reading ^^

 

Advertisements

One thought on “Mr. Wind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s