The Stranger (Yoo InAh The Series)

InAh’s POV

Aku tertawa terpingkal di kamarku. Astaga.. orang Korea ini benar-benar lucu.

“Clarisee! Lucas datang!” Panggil Mom dari luar.

“Okay, just wait a minute!” Aku segera bangkit dan keluar kamarku tanpa merapihkan penampilanku. Toh, Lucas bisa dibilang sudah melihat semuanya. Bukan semuanya, “semuanya”, hanya saja sejak kecil kami sudah menghabiskan waktu bersama terlalu banyak.

“What’up?” Sapaku seraya mendaratkan pantatku di sofa tamu sebelah Lucas.

“Mengapa kau terlihat begitu sibuk dengan handphone-mu? Itu bukan hal yang biasa.” Ucap Luke.

“Just, aku baru kenal dengan orang Korea dari aplikasi ini.” Aku menunjukan chatku dengan orang Korea itu padanya.

“Cish, kau tidak takut hal buruk akan terjadi padamu? Seperti di culik atau lainnya?” Ia menggerakan jari-jarinya di depan wajahku.

“Tidak mungkin. Untuk apa ia datang jauh-jauh dari Korea sampai London?” Aku mengibaskan tanganku.

“Mengapa tidak mungkin? Pertama kau perempuan, kedua kau murid SMA, dan ketiga kau masih berumur 17 tahun.” Aku hanya mendengus mendengar kalimat panjangnya itu.

***

2 years later

Aku menghela nafas panjang sebelum melangkah keluar dari pintu airport ini. Incheon Airport. Ya, aku berada di Korea sekarang dan aku akan segera bertemu SongYong, orang Korea yang kukenal melalui salah satu aplikasi 2 tahun lalu.

***

“Clarisse?” Seorang pria berwajah asia mendekati mejaku.

“SongYong-ssi? Park SongYong?” Tanyaku.

“Ah.. Banggawoyo.” Ia membungkukan badannya sejenak.

“Ah, ne..” aku balas membungkukan badanku.

“Bagaimana? Apa kau menyukai udara Korea?” Ia duduk di hadapanku.

“Ne, udara di sini cukup hangat tidak seperti London.” Aku menyisipkan senyum di akhir kalimat, sedangkan ia hanya menganggukkan kepalanya.

“Sekarang berapa umurmu?” Tanyanya memecah kebisuan.

“19 tahun. Waeyo?”

“Heum.. begini,” ia mengusap tengkuknya, “setelah 2 tahun aku mengenalmu, walau tanpa melihat wajahmu, aku tetap terpesona oleh kepribadianmu. Kau memiliki kepribadian yang berbeda dari orang-orang lain yang ku kenal.” Aku hanya dapat ternganga mendengar ucapanya. Lidahku kelu, tubuhku tegang, terlebih aku tidak dapat melepas tatapanku dari pria yang baru ku temui selama 15 menit.

“Geundae…”

“Aku tahu, perbedaan umur kita jauh, namun apa itu harus membuat kita membohongi perasaan kita?” Potongnya.

“Uri?” Mataku bergerak liar, mencari kata yang tepat untuk di ucapkan, “SongYong-ssi, aku sudah memiliki orang lain dan aku tidak akan meninggalkan orang itu. Pun aku tidak pernah memiliki perasaan spesial terhadapmu. Bagiku kita hanya teman, tidak lebih dan tidak akan menjadi lebih. Mianhaeyo.” Aku membungkukkan kepalaku sejenak dan melangkah meninggalkan SongYong dan cafe itu di belakangku. Mianhaeyo.

***

Aku merasa tubuhku amat ringan, seperti berada di tengah udara lepas. Aku membuka mataku perlahan setelah menyadari bahwa tubuhku sedang diangkat oleh seseorang.

“Luke?” Aku mengerutkan dahiku. Luke membaringkan tubuhku keatas ranjang.

“Kau benar-benar sleepy head. Bagaimana kau bisa tertidur begitu saja?” Ia berkacak pinggang setelah memastikan aku tidak akan terguling dari ranjang.

“Mengapa kau tidak membangunkanku saja?” Aku mendelik kearahnya.

“Aku tidak setega itu. Kau terlihat sangat tenang saat tertidur tadi. Sepertinya kau bermimpi indah tadi.” Mimpi? Ah… Gee, bagaimana aku bisa bermimpi seperti itu?

“Pasti aku tidak ada di dalamnya bukan?” Sekarang ia melipat tangannya di depan dadanya, pertanda ia kesal.

“So what?” Aku berusaha tidak perduli.

“Tidak bisakah aku ada di mimpimu sekali saja? Di mimpi indahmu, satu kali saja?” Matanya menusuk mataku, aku hanya bisa tertunduk, menghindari tatapannya.

“Know what? Kau selalu menjadi alasan aku mendapat mimpi indah. Bahkan saat aku sedang bermimpi buruk kau akan datang membantuku dan semua akan baik-baik saja.” Ucapnya pasrah.

“Apa maksudmu?” Aku mengangkat kepalaku untuk menatapnya, namun ia tidak ada di tempatnya tadi.

“I’m still here,” aku menatap pintu kamarku dengan cepat, “and I love you.” Luke langsung menutup pintu kamarku. Apa maksudnya? He… loves me? Tatapanku masih terpaku pada pintu kamarku, tanpa bisa bergerak satu inchi-pun.

END

Hai ho.. Another Yoo InAh The Series, semoga ada peminatnya.. Sorry for typos and thank you for reading, also don’t forget to leave comment… ^^

Advertisements

2 thoughts on “The Stranger (Yoo InAh The Series)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s