Bittersweet Part 2 (Love Dust Sequel)

*Bittersweet*

Author POV

MiYeon melangkah masuk rumahnya dengan lemas. Ia bahkan menyeret tasnya masuk.

“Kau dari mana saja?” Tanya SiWon dingin.

“Geunyang…” MiYeon mendudukan dirinya di sofa sebelah SiWon.

“Padahal ku kira makan malam pukul 7.”

“Eum… memang pukul 7.” Balas MiYeon masih dengan lemasnya.

“Apa kau sadar sekarang sudah pukul berapa Park MiYeon?” SiWon mulai menggertak MiYeon.

“Mwo?” Kali ini MiYeon menatap SiWon.

“Sekarang sudah pukul 9 malam Park MiYeon. Dari mana saja kau?”

“Ah… apa oppa mau makan sesuatu? Akan ku buatkan.”

“Tidak perlu.” SiWon menahan MiYeon, “aku sudah makan tadi. Sekarang kau ceritakan dulu apa saja yang kau lakukan hari ini? Kau bahkan terlihat sangat kelelahan.”

“Bukan apa-apa.” MiYeon menghindari tatapan SiWon.

“Park MiYeon, kau pikir kau bisa berbohong padaku? Ceritakan yang sesungguhnya.” Tuntut SiWon.

“Na…” MiYeon akan menjelaskan sesungguhnya, namun kemudian handphonenya berdering. MiYeon ragu untuk mengangkat handphonenya setelah melihat nama peneleponnya.

“Wae? Angkat saja.” Ucap SiWon bersidekap.

“Yeo..yeobseyo.” MiYeon mengangkat telponnya.

“MiYeon-ah, mian untuk apa yang terjadi hari ini. Tapi aku benar-benar berharap kau bisa…”

“Mian eonnie, aku tidak bisa. Aku…”

“Kalau begitu kau hanya perlu menjelaskan alasan. Jelaskan saja mengapa kau meninggalkan KyuHyun.”

“Aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan KyuHyun eonnie.” MiYeon terlihat pasrah menjawabi ucapan AhRa.

“Siapa itu?” Tanya SiWon yang tidak di tanggapi oleh MiYeon.

“Eonnie, jebal, aku tidak mau berhubungan dengan KyuHyun lagi. Hubungan kami sudah selesai sejak 1 tah…”

“Yeobseyo? Cho AhRa-ssi jyo?” (Ini Cho AhRa bukan?) SiWon merebut handphone MiYeon.

“Ne, nuguseyo?”

“Choi SiWon-imnida.”

“Choi SiWon? Ah!”

“Benar, ini Choi SiWon, suami Park MiYeon. Saya harap Anda tidak mengganggu MiYeon dengan urusan adik Anda, karena MiYeon sudah tidak ada hubungan apapun dengan KyuHyun.” Gertak SiWon cepat kemudian menutup telpon itu.

“Apa maksudnya ini?!” SiWon melototi MiYeon, “Kau masih berhubungan dengan Cho KyuHyun itu?! Hah?!”

“Oppa…” MiYeon mundur perlahan.

“Jangan gila Park MiYeon! Untuk apa kau berhubungan dengannya? Bahkan kau pulang selarut ini. Apa yang sebenarnya kau lakukan dengannya?!” Bentak SiWon. MiYeon hanya mampu tertunduk dengan takut.

“Jawab aku Park MiYeon! APA YANG KAU LAKUKAN DENGANNYA?!”

“Jangan membentakku. Jebal oppa, dengarkan penjelasanku terlebih dahulu.” Tangis MiYeon.

“Mianhae MiYeon-ah. Ayo kita duduk terlebih dahulu, dan jelaskan apa yang terjadi hari ini.” SiWon menarik MiYeon untuk duduk.

“Tadi setelah oppa berangkat kerja seperti biasa aku selalu menonton acara drama pagiku, namun kemudian aku mendapat telpon dari AhRa eonnie, ia berkata sesuatu terjadi pada KyuHyun dan hanya aku yang dapat membantunya. Suara AhRa eonnie begitu panik, aku dapat merasakan keputus asaan dalam suaranya itu maka dari itu ku putuskan untuk membantunya.”

“Lalu apa yang terjadi?”

“Cho KyuHyun, kurasa ia telah kehilangan akalnya, kurasa ia telah menjadi gila. Aku tidak tahu mengapa aku…” MiYeon kembali menangis.

“Arraseo, mian MiYeon-ah karna aku telah membentakmu tadi. Aku hanya takut, aku takut kehilanganmu, aku takut kau akan kembali pada KyuHyun.” SiWon memeluk MiYeon.

“Aniya oppa, aku tidak mungkin kembali padanya.” MiYeon balas memeluk SiWon.

“Maka dari itu, oppa,” ucap MiYeon saat tangisnya mulai berhenti, “izinkan aku bertemu AhRa eonnie, mungkin untuk terakhir kalinya. Biarkan aku meluruskan semua ini terlebih dahulu. Bolehkah?” SiWon tampak berpikir sebentar. Mempertimbangkan semua hal dari berbagai sisi.

“Baiklah, tapi kau hanya boleh bertemu dengan Cho AhRa, tidak dengan KyuHyun. Itupun harus ku temani, bagaimana?” Tawar SiWon.

“Aku setuju bila hanya boleh bertemu dengan AhRa eonnie, namun kalau oppa juga ada di sana, rasanya akan menjadi sangat kaku dan kurang nyaman bagi AhRa eonnie. Lebih baik oppa agak menjaga jarak agar AhRa eonnie merasa nyaman.”

“Bagaimana bisa begitu?!” Tolak SiWon.

“Lagi pula yang harus aku hindari adalah KyuHyun, bukan AhRa eonnie. Aku pun akan masih berada di pantauan oppa.”

“Baiklah, besok kita bertemu dengannya saat istirahat makan siang. Kau yang membuat janji dengannya. Di restoran dekat kantorku. Arraseo?” Tanya SiWon yang langsung di balas dengan anggukan oleh MiYeon.

***

“Eonnie!” Panggil MiYeon dari depan pintu restoran, “Eonnie sudah lama menunggu?”

“Ah, aniya, aku baru saja sampai.” Balas AhRa dengan senyum, “Bagaimana keadaanmu? Bagaimana pernikahanmu?”

“Aku sangat baik. Aku juga bahagia dengan keadaanku dan pernikahanku dengan SiWon oppa. Bagaimana dengan eonnie?” MiYeon merendahkan suaranya di akhir kalimat.

“Aku kurang baik, keadaan keluarga di rumah sangat kacau. Bahkan beberapa pekerjaanku terbengkalai begitu saja.” AhRa menundukan kepalanya.

“Mianhaeyo eonnie, karena aku tidak bisa membuat keadaan eonnie menjadi lebih baik.” Sesal MiYeon.

“Gwaenchana. Apa yang ingin kau jelaskan?” Tanya AhRa.

“Tentang aku dan SiWon oppa, aku sudah mengenal SiWon oppa sejak kecil. Kami dulu adalah tetangga, kami sering bermain bersamanya. Sejak aku kecil hingga aku SMA. Sejak SMP aku mulai memiliki perasaan pada SiWon oppa, itu di sebabkan karena ia telah menyelamatkanku saat tahun terakhirku di sekolah dasar.”

“Saat itu aku bermain dengan teman-temanku. Appa selalu melarangku bermain dengan mereka karena kata appa mereka anak yang tidak baik. Namun aku tidak mendengarkan kata appa, sehingga suatu sore aku bermain di taman dekat sekolahku, teman-temanku mengajakku memanjat sebuah pohon besar dan aku menurutinya tanpa mempertimbangkan apapun. Setelah kami sampai di puncak tertinggi pohon itu, salah satu temanku menyadari dahan itu terlalu tua untuk menyanggah kami semua maka dari itu mereka mendorongku hingga terjatuh.”

“Beruntung saat itu ada SiWon oppa yang menolongku, kalau tidak, mungkin aku tidak akan merasakan seperti apa rasanya menjadi murid SMP. Saat aku sudah menginjak tingkat SMA, aku sudah meyakinkan diriku untuk menyatakan perasaanku pada SiWon oppa, namun ia pergi ke New York untuk melanjutkan kuliahnya. Kupikir ia tidak akan kembali lagi.”

“Dan tak lama dari itu, aku bertemu KyuHyun, ia memiliki kepribadian yang mirip dengan SiWon oppa oleh karena itu aku pikir aku menyukainya. Namun ternyata aku menyukainya karena ia mirip dengan SiWon oppa. Dan satu tahun lalu, SiWon oppa datang tanpa ku duga, ia menyatakan perasaannya, alasannya ia pergi ke New York meninggalkanku sesaat. Dan aku sadar, itu lah saatnya aku berhenti membohongi diriku sendiri serta KyuHyun. Oleh karena itu, aku meninggalkan KyuHyun.”

“Mianhaeyo eonnie, karena aku yang tidak dapat menjaga perasaanku serta akal ku dengan baik, aku telah menyakiti KyuHyun tanpa kusadari.” MiYeon mulai menitikan air matanya dengan penuh penyesalan.

“Gwaenchana,” AhRa menghela nafasnya, “tidak ada yang bisa kau lakukan sekarang, semua sudah terlanjur. Semua sudah terjadi, ini juga terjadi karena ketidak mampuanku. Aku seorang psikolog, namun aku tidak bisa membantu adikku sendiri saat aku sudah membantu banyak orang.” MiYeon menghela nafasnya dengan berat bersama AhRa.

“Kalau begitu kurasa aku sudah menyelesaikan apa yang harus ku selesaikan. Aku harap kita, baik aku dengan eonnie maupun dengan KyuHyun tidak akan berhubungan lagi. Mianhaeyo eonnie. Aku pergi dulu.” MiYeon mengambil tasnya dan melangkah keluar restoran tersebut.

Anyeong Cho KyuHyun, mianhae AhRa eonnie batin MiYeon setelah sampai di luar restoran tersebut.

TBC~

Heyy hooo part 2.. Mohon commentnya ya.. banyak yang baca di part 1 tapi yang comment cuman satu. Yah seenggaknya demi kebaikan bersama.. and, author bikin account LINE disana author akan post beberapa ficts juga, itu adalah hasil kerja sama author dan kenalan author dari caramellofrappe.wordpress.com nama acc LINE-nya PreciousFicts untuk ID-nya @tby8213y kalo yang mau add ya monggo… Last but not least Thanks for reading ^^

Advertisements

6 thoughts on “Bittersweet Part 2 (Love Dust Sequel)

  1. Jadi mi yeon nerima kyuhyun karena lyuhyun mirip dengan si won aja…tega bener kmu sampai kyuhyun gitu aja dia nggak merasa bersalah sedikitpun.

    Like

  2. Whatever kyu lah haha mungkin dia blm move on kali , atau banyak kenangan indah yg dilalui nya sm miyeon molla~ tp kyu saran gue lu harus bisa ngelepas miyeon sedikit demi sedikit oke

    Like

  3. Ckckck rupanya kyu hanya pelarian buat Miyeon. Tega bener dia padahal kyu udah cinta banget sama dia.Apakah yang akan dilakukan oleh ahra setelah mengetahui kenyataannya,?

    Like

  4. sekarang jadi 2,yeay…walopun komennya g mutu yg penting ninggalin jejak,tapi yg jelas ffnya bermutu kok. cuma agak pendek,g kaya ff yg lain..

    Like

  5. wahhhh bener” ya minyeon sadis banget jadi cewek pacaran ama kyuhyun cuma buat pelarian perasaan nya ama siwon
    cewek gk tahu diri nich yang kayak begini
    dia bahagia diatas kesakitan orang lain

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s