She

*She*

KyuHyun POV

When you see her,

You’ll think that she’s a bad person

Because she acts like she doesn’t care.

Waktu masih menunjukan pukul 6.30, walau begitu aku tetap dengan santainya masuk ke kelas dan duduk di kursi yang sudah di tetapkan wali kelasku, Kang Sonsaengnim. Beberapa murid sudah nyaman di kursi mereka masing-masing. Aku sedang memasangkan earphoneku saat seorang murid perempuan masuk.

Aku yakin aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Ia duduk satu kursi di serong kananku, lebih ke arah depanku. Itu merupakan kursi orang lain, Jessica. Tapi aku terlalu malas untuk memberitahunya. 15 menit kemudian Jessica dan sahabatnya, Taeyeon, datang dan menemukan gadis itu duduk dengan nyaman di tempatnya. Segera Jessica menggebrak mejanya dan berteriak bahwa kursi yang diduduki gadis itu adalah miliknya.

“Setahuku ini kursi milik sekolah.” Jawab gadis itu santai setelah Jessica meneriakkinya 3 kali. Jessica hanya membuang nafas kasar.

“Aku duduk di sini, itu kata Kang sonsaengnim. Lagi pula sekolah ini milik orang tuaku!” Jessica berkacak pinggang, bersikap menantang dengan ekspresi penuh kemenangannya.

“Lalu pindah saja.” Gadis itu akhirnya menatap Jessica, “Masih ada banyak kursi kosong. Kau hanya perlu memilih satu dari sekian banyak kursi di kelas ini.”

Astaga, gadis ini sungguh-sungguh keras kepala. Apa ia tidak diajari etika? Seharusnya ia menurut setelah mengetahui bahwa sang wali kelaslah yang telah mengatur tempat duduk ini. Apalagi sampai melawan Jessica yang notabenenya anak kepala yayasan.

***

When you know her a bit

You’ll think that she’s a strong person

Because she holds her pain alone

“Kau masih tidak mau pindah?!” tantang Jessica yang abaikan begitu saja, “Aku sedang berbicara padamu!” jerit Jessica sekali lagi.

“Kalau aku tidak mau bagaimana?” balasnya juga dengan wajah menantangnya.

Tiba-tiba saja Jessica menamparnya hingga ia tersungkur tepat di depanku.

“Kau pikir kau siapa?!” Jessica menjabak rambutnya. Jujur aku ingin membantu gadis yang bahkan tidak kuketahui namanya itu, tapi apa daya? Jessica merupakan putri pemilik yayasan. Gadis itu tetap menantang Jessica, walau hanya dengan matanya.

“Kau hanya salah satu anak pembantu rumah tangga di rumahku yang menerima beasiswa dari appa. Kau tahu, aku bisa saja membuatmu ditendang keluar sekolah ini jika aku mau!” Jessica menarik rambutnya kasar yang membuatnya agak tersentak kebelakang. Ini sudah keterlaluan. Walau begitu, gadis itu tetap saja menantang Jessica tanpa kata. Ia terlihat kuat, ia terlihat biasa saja. Aku terus berpikir bagaimana bisa ia bertahan hingga aku melihat genangan air mata walau hanya ada sedikit di matanya, selain itu ia juga gemetaran, walau tidak terlalu terlihat. Setelah itu baru kusadari, ia menahan sakitnya. Ia merasa sakit, namun ia tidak mau menunjukannya pada siapapun. Tepat saat Jessica akan mengeluarkan cacianya, bel masuk berdering yang membuat seluruh murid bubar.

***

When you know her deeper

You’ll think that she’s an ordinary person

Because she does things just like everyone do

Pada akhirnya, ia mendapat tempat disebelahku. Aku tidak dapat berkonsentrasi belajar. Aku benar- benar penasaran akan sosoknya. Namun semakin kuperhatikan, ia semakin terlihat layaknya murid SMA biasa. Ia giat belajar layaknya anak-anak beasiswa lainnya, ia juga terkadang mengeluh dalam bentuk gumaman tidak jelas yang dapat kudengar. Ia hampir tertidur saat pelajaran biologi seperti murid lainnya. Ia memang hanya seorang gadis biasa.

***

When you really know her

You’ll finally know that she’s a fragile and precious person

Because her heart already broke apart

Bel istirahat akhirnya berbunyi. Perutku telah berdemo sejak tadi. Aku hendak melangkahkan kaki ke kantin. Namun entah apa dan mengapa, aku mencari gadis itu sekali lagi. Aku reflex mengikutinya setelah menemukannya diantara gerombolan murid-murid. Aku tetap mengikutinya walau perutku semakin berontak. Ia terus melangkahkan kakinya entah kemana, namun begitu, ku tetap mengikutinya dari belakang. Tak lama kemudian kami sampai di taman belakang dekat gudang yang konon di gosipkan berhantu. Ia mengamati keadaan sekitar, memastikan ia sendirian. Setelah yakin bahwa ia sendirian, tangisnya pecah begitu saja. Ia terisak kencang beberapa kali yang membuatnya jatuh terduduk. Ia menahan isakan demi isakan yang ingin ia keluarkan. Ia juga mulai memukuli dirinya sendiri, seakan mencoba untuk melukai dirinya, tak jarang pula ia terlihat menjambakki rambutnya sendiri seraya berteriak tertahan. Ia menahan sesuatu yang menyakitinya, yang membuatnya merasa bahwa lebih baik ia terluka dan mati dari pada sesuatu itu terus menyakitinya, terus menyiksa batinnya. Ia tidak bisa mengeluarkan apa yang ingin ia katakan.

Tentu saja, berdasarkan cacian Jessica tadi pagi, itu sangat mendasar, ia terbiasa, ia terpaksa, ia dipaksa menahan semua emosinya untuk dirinya sendriri. Sesekali ia membenturkan kepalanya ke tembok di belakangnya. Ia frustasi, ia tersakiti, walau begitu tidak ada seorangpun yang mau membantunya. Sedangkan diriku? Aku bahkan tidak mengetahui namanya, jika aku menunjukan diriku sekarang, itu hanya akan memperburuk keadaan. Mengingat aku sudah akan pindah ke Jepang minggu depan, membuat hal itu semakin tidak mungkin. Aku tidak mau menyakitinya semakin dalam dengan berada disisinya hanya untuk sementara. Saat aku kembali menatapnya, aku menemukan dirinya terbaring lemas.

***

When you see her,

You’ll think that she’s a bad person

Because she acts like she doesn’t care.

 

When you know her a bit

You’ll think that she’s a strong person

Because she holds her pain alone

 

When you know her deeper

You’ll think that she’s an ordinary person

Because she does things just like everyone do

 

When you really know her

You’ll finally know that she’s a fragile and precious person

Because her heart already broke apart

So, when you see her give her strength

Give her love that she needs

Especially, please show that someone cares her

 

(Saat kau melihatnya

 Kau akan berpikir bahwa ia adalah orang tak berperasaan

Karena ia terlihat tidak peduli

 

Saat kau sudah mengenalnya sedikit

Kau akan berpikir bahwa ia adalah orang yang kuat

Karena ia menahan penderitaannya sendirian

 

Saat kau mengenalnya lebih dalam

Kau akan berpikir bahwa ia adalah orang biasa

Karena ia melakukan hal hal layaknya orang kebanyakan

 

Saat kau sudah benar benar mengenalnya

Akhirnya kau akan mengetahui bahwa ia adalah orang yang rentan dan berharga

Karena hatinya telah hancur

 

Maka, saat kau melihatnya berilah ia kekuatan

Berikan ia cinta yang ia butuhkan

Terutama, tunjukanlah bahwa seseorang peduli padanya)

 

 

Setelah kukira cukup, aku menempelkan kertas itu di mejaku. Para murid sudah pulang, pun kelas ku sudah kosong, dan ini hari terakhir aku bersekolah di sini. Aku menghela nafas setelah membaca tulisanku sekali lagi. Kukira ada yang kurang, tulisanku terlalu ambigu, siapa ‘she’ yang dimaksud? Aku memutuskan untuk menambahkan petunjuk dibawahnya yang kukira akan cukup.

She =>

Aku menambahkan selotip disisi bawah kertas itu. Aku berharap orang yang akan menduduki kursi ini mengerti, juga semoga ia merupakan seorang yang baik. Tak masalah bila ia yeoja atau namja, yang terpenting ia bisa mengerti dan mau melakukan saranku. Lalu sekarang aku menatap kursinya yang terletak di sisi kananku.

“Himnae…” (Semangat) ucapku seraya menyentuh punggung kursinya, seakan aku sedang menyentuh punggungnya untuk memberinya semangat. Aku berdiri dan pergi menginggalkan sekolah ini, mungkin untuk selamanya.

Fin~

Advertisements

4 thoughts on “She

  1. Yahh gitu doang?? She itu siapa?? Jd nasib ‘she’ skrng gmna?? Gantung ahh athor-nim. Tpi ttep keren kok. Btw saya reader baru. Salam kenal:) #bow

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s