Sunday Morning

PS: Sebelumnya ff ini telah di post ke sujuff2010

Sunday Morning

“Oppa.” Suara nan lembut itu membangunkanku dari tidur nyenyakku. “Oppa…” panggilnya lagi ditambah dengan sentuhan selembut sutranya pada lenganku. “Oppa…” tangan itu mengguncangku semakin kencang namun aku tetap tidak merubah posisiku dengan berpura-pura terlelap. “OPPA!” tangan itu memukulku sekarang membuatku mengerang kesakitan. Perih, itu yang kurasakan sekarang pada lenganku. Tak kusangka bahwa sentuhan selembut suterapun bisa menjadi setajam pisau.

“Oppa! Ayo bangun…” Tangan itu mengguncangku lagi.

“Tapi pagi ini aku tidak ada schedule, apa perlu aku bangun sepagi ini?” akhirnya aku menjawab setelah mengintip sedikit untuk melaihat pukul berapa sekarang.

“Tentu saja!” jawabnya tegas “Kalau oppa tidak bangun sekarang, maka kita bisa terlambat!”

“Terlambat untuk apa? Ini hari Minggu dan sekarang pukul 6.30 kau mau aku melakukan apa?” ia hanya menghela nafas. “Bangunkan aku satu setengah jam lagi.”

“Oppa berubah.” Ucapnya dengan nada kecewa.

“Apa maksudmu?” sontak aku membalikkan tubuhku dan menatapnya. Rambutnya yang masih basah terurai sampai bahunya, bahkan ia masih mengenakan bath robenya. Apa yang membuatnya membangunkanku?

“Sejak kapan oppa lupa tentang hal seperti ini? Biasanya ini merupakan makanan harian oppa, tapi kenapa sekarang oppa melupakannya sekarang?” Ia menghela nafas sebentar. “Apa ini semua karena oppa sudah terlalu tenar?! Apa karena oppa merasa hidup oppa sudah sempurna sekarang hingga oppa merasa bukanlah hal penting untuk melakukan ini sekarang?! Mungkin suatu hari nanti oppa juga akan melupakanku, benar begitu bukan?!”

“Apa maksudmu?” aku semakin bingung dengan perkataannya. “Tenangkan dirimu dulu, baru bicara dengan jelas padaku. Eo? Bernafaslah dulu.” Kim MinJung, ia sudah resmi menjadi istriku selama 2 tahun dan belum pernah sekalipun ia bersikap seperti ini padaku. Apa yang membuatnya tiba-tiba menjadi seperti ini?

“Gereja.” Ucapnya setelah beberapa saat. Butuh waktu cukup lama bagiku untuk mencerna kata tadi hingga aku sadar dan terlonjak duduk dari posisi nyamanku sebelumnya. “Sekarang oppa ingat? Cepatlah, KyuHyun oppa akan datang sebentar lagi dengan HyukJae oppa.”

“HyukJae? Apa maksudmu Lee HyukJae a.k.a EunHyuk Super Junior?” kalimatku menghentikan langkahnya.

“Oppa pikir ada berapa HyukJae yang kita kenal?” jawabnya dengan senyum khasnya.

“Sejak kapan ia bertobat? Dan kenapa mereka datang?” tanyaku dengan kening berkerut.

“Tentu saja menjemput kita mobil oppa rusak ingat?”

“Gabriel chagiya, namanya Gabriel.” Omelku sambil memeluk punggungnya.

“Terserah oppa, cepatlah mandi dan bersiap aku akan menyiapkan sarapan dulu. Arra?” ia melepaskan pelukanku.

“Eo, arrata.” Aku tersenyum seraya menatapnya berjalan keluar pintu kamar kami. Tuhan aku harap aku tidak akan kehilangannya, walau ia terlalu baik untukku, tapi biarkanlah ia bertahan di sisiku sampai akhir.

Fin~

FF ini tidak bermaksud menyinggung siapapun. Hanya sebuah imajinasi yang lewat semata..

Don’t forget to leave comment… ^^

Advertisements

2 thoughts on “Sunday Morning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s